Monday, July 15, 2024
spot_img
CleanTexs
20240303_141948
agaddhita
UMcmps
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Neror #2: Makna Pendidikan dan Masa Depan

Surabaya, kartanusa.id – Organisasi Pelajar Surabaya (ORPES) mengadakan diskusi ngabuburit tentang pendidikan dalam tajuk Neror (Ngabuburit Bersama Orpes) bersama narasumber Azmi Izuddin melalui live instagram, Sabtu (23/3/24).

Diskusi ini diprakasai oleh Divisi Pendidikan dan Perlindungan Pelajar Organisasi Pelajar Surabaya yang beranggotakan dari seluruh ketua OSISI SMP/Sederajat se-Surabaya. Topik pembahasan diskusi ini ialah “Berpendidikan dengan Berpegang Teguh pada Nilai Religius.”

Diawali dengan perbincangan Nadiva dan Zahfran Pramudya selaku moderator bahwa pendidikan itu berfungsi untuk meningkatkan kualitas pelajar akan tetapi banyak pelajar melupakan nilai religius.

“Pendidikan itu tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.” Terang Zahfran Pramudya yang menjabat sebagai ketua OSIS SMP Negeri 3 Surabaya.

Senada dengan hal tersebut, Nadiva selaku ketua divisi Pendidikan dan Perlindungan Pelajar mengatakan pendidikan itu kunci mengubah nasib masa depan.

“Oleh karena itu, kami ingin menghadirkan narasumber di bidangnya agar teman-teman mendapatkan insight baru mengenai hal ini.” Jelas Nadiva yang juga sebagai ketua OSIS SMP Negeri 41 Surabaya.

Makna Pendidikan

Pada pembahasan materi, Azmi Izuddin mengawali dengan pengertian pendidikan itu sendiri. Menurutnya Pendidikan ialah suatu proses yang dilakukan secara sadar dan terencana yang bertujuan untuk mempersiapkan kehidupan di masa depan.

“Sebenarnya kita sekolah itu tujuannya adalah kita belajar untuk belajar. Maksudnya belajar memecahkan masalah, belajar berpikir kritis, dan belajar meningkatkan responsibility. Dimana hal ini berguna di masa depan nanti.” Kata Azmi selaku ketua PIP IPM Surabaya 2021-2023 itu.

Kalau secara ruang lingkup, lanjut Azmi, pendidikan dibagi menjadi tiga bagian. Diantaranya ialah luas yang artinya belajar itu sepanjang hayat, dimanapun dan kapanpun. Tujuannya untuk meningkatkan harkat dan martabat pribadi.

Kemudian secara sempit. Contohnya ialah pembelajaran di sekolah atau pendidikan formal lainnya. Karena bersifat terbatas. Terbatas dalam ruang dan waktu.

“Dan yang ketiga ialah luas terbatas. Maksudnya pendidikan yang berisi berbagai pengalaman belajar secara keseluruhan di lingkungan hidupnya. Baik di sekolah maupun luar sekolah. Seperti di keluarga, masyarakat, latihan dan lain sebagainya,” ungkap narasumber yang saat ini mahasiswa aktif semester 6 di Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Nilai dan Tugas

Berkaitan dengan nilai, Azmi menjelaskan ada sisi pentingnya dan ada sisi yang tidak terlalu penting. Dimana nilai menjadi penting karena seolah sebagai parameter ketika memahami suatu pelajaran. Apalagi kita hidup di Indonesia, nilai masih menjadi patokan masyarakat dalam menilai orang itu sendiri.

“Namun yang perlu digaris bawahi ialah, dalam menghadapi masa depan nilai bukanlah yang utama. Ada beberapa faktor lain yang membuat teman-teman suskses di masa depan. Faktor lain yang harus teman-teman cari saat sekolah ialah skill dan potensi yang kalian sukai,” tegas Azmi.

“Akan terlihat sama saja, nilai tinggi tetapi skill tidak ada. Saatnya juga belajar berpikir kritis serta memecahkan masalah,” imbuhnya.

Sementara itu, tugas-tugas dari guru atau dosen yang telah diberikan kepada kita, mari dikerjakan dengan baik sesuai dengan kemampuan dan usaha kita.

“Kalau pun tidak bisa, lebih baik bertanya dengan temannya. Ada sebuah usaha yang kita lakukan. Karena dengan tugas-tugas itulah responsibility kita itu akan terlatih dengan baik. Jangan sampai kita menyerahkan tugas kepada orang lain,” tutur Azmi.

Energi Positif

Di sesi akhir, Azmi Izuddin mengutip perkataan dari BJ Habibie yang mana jadilah mata air yang jernih yang memberikan kehidupan kepada sekitarmu. Menurut Azmi maknanya ialah sejauh mana pun kita belajar, tujuan utamanya ialah berdampak kepada lingkungan sekitar. Harus bisa menciptakan energi positif untuk masyarakat.
“Untuk meningkatkan rasa tanggung jawab yang tinggi kepada lingkungan sekitar ada kesinambungan dengan hubungan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga bisa membawa energi positif untuk masyarakat nanti,” tutup Azmi.

Acara ini berdurasi 60 menit dan diikuti lebih dari 70 pelajar se-Surabaya. (Azmi Izzudin)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles