Wednesday, May 22, 2024
spot_img
CleanTexs
20240303_141948
agaddhita
UMcmps
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Embun Pagi Cahaya Diri Harian : Memahami Pentingnya Menjaga Hati

 

No Ferry No Happy
Bismillahirrahmanirrahim
oleh Ferry Is Mirza (fim)
Refrensi Tafsir Al-Quran dan Al-Hadits

Memahami Pentingnya Menjaga Hati

Apapun keadaan manusia tetap saja punya hati yang senantiasa harus dibasahi dengan siraman rokhani. Tidak hanya berupa nasehat tapi juga dengan melakukan segala macam kegiatan amal baik, ketaqwaan untuk menjauhi segala macam kemaksiatan.

Jika hal ini terjaga dan dilakukan dengan baik maka hati akan selalu terjaga dan menjadi tenang, serta bahagia sehingga tidak akan butuh hiburan tambahan lagi untuk mendapatkan kebahagiaan.

Mengapa orang orang shalih yang rajin ibadah tidak pernah mendatangi tempat tempat hiburan ?. Karena mereka sangat tahu bahwa tempat hiburan bukan tempat untuk mendapatkan kebahagiaan, dan orang orang shalih itu jarang mengeluh mereka ringan sekali dalam menjalani hidup karena hatinya sudah bahagia, sehingga tidak perlu tambahan lagi dan mencari kebahagiaan ditempat lain.

Pada saat sekarang ini banyak orang orang yang mencari kebahagiaan untuk penghiburan yang sifatnya hanya semu dan sementara. Itulah salah satu tanda-tanda gersangnya hati, dengan hilangnya kebahagiaan hakiki di hati mereka, sehingga mereka berusaha mencari cari kebahagiaan semu dan menipu di tempat-tempat tersebut.

Bagaimana hati tidak gersang, ibadah saja mereka malas, kalaupun melakukannya mereka langsung selfi dan pamer kepada orang lain. Bagaimana hati akan bahagia jika banyak dikotori dan terkontaminasi oleh polusi nafsu dunia yang sebenarnya mereka tahu, sadar tentang baik dan buruk, hak dan bathil. Namun kemalasan telah mengikat kesenangan semu dan menipu sudah menguasai mereka sehingga tidak segera bisa move on untuk sadar diri.

Saudaraku, marilah kita benahi Hati dan Jiwa kita sendiri yang kemudian kita ajak orang orang terdekat untuk menciptakan “suasana bahagia” yang sebenarnya tidak jauh dari diri kita sendiri. Sungguh jika kita ingin “bahagia”, maka fokuskanlah perhatian kepada kebahagiaan hati, karena hati tidak akan bahagia kecuali dengan melakukan amal kebaikan yang dilakukan dengan Ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, yang artinya :”Hai orang orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul dengan “taat”. Apabila Rasul menyeru kamu pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian berupa perkara Agama, sebab perkara Agama merupakan penyebab bagi kehidupan yang kekal dan ketahuilah oleh kalian bahwa sesungguhnya Allah menghalangi antara manusia dan hatinya maka ia tidak dapat beriman atau kafir melainkan berdasarkan kehendak Allah dan sesungguhnya kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan, Allah akan membalas semua amal perbuatan kalian”. (QS. Al-Anfal 8: 24)

fimdalimunthe55@gmail.com

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles