Thursday, June 13, 2024
spot_img
CleanTexs
20240303_141948
agaddhita
UMcmps
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Embun Pagi Cahaya Diri Harian : Jadilah Manusia Ahsanul Taqwin

 

No Ferry No Happy
Bismillahirrahmanirrahim
oleh Ferry Is Mirza (fim)
Refrensi Tafsir Al-Qur’an dan Al-Hadits

Jadilah Manusia Ahsanul Taqwin

Manusia adalah mahluk yang penuh potensi dan terbaik (ahsanul taqwin). Potensi kemampuan berfikir menjadi mahluk terbaik dan mulia.

Disisi lain manusia memiliki kelemahan, yang dapat terjatuh dalam kehinaan terendah, (asfala saaffilin) bahkan lebih buruk dari hewan (kal an’aam bal hum adholl).

Allah mengutus para nabi pemberi petunjuk dan peringatan (Dzikra). Dalam menjaga kemurnian fitrah manusia dengan Al-Qur’an, manusia bisa menghadapi gejolak nafsunya, mampu menghadapi tipu daya dunia, yang keras dan global.

Perhatian Al-Qur’an ada tiga hal :
1. Allah SWT
2. Manusia
3. Sistem hidup

Manusia unggul menurut Al-Qur’an, adalah berwawasan Iqra. Yaitu secara terus-menerus mampu mengembangkan pemikiran dan wawasan. Untuk tujuan memahami
rahasia ciptaan Allah sehingga mampu mengenal alam dunia dan akhirat. Mampu mengkombinasikan antara ketajaman hati, dan kecermelangan akal.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 191, yang artinya :”Yaitu orang orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan, tentang penciptaan, langit dan bumi, (serta berkata) ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia sia, maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Kedudukan akal untuk manusia sangat tinggi, untuk membangun nalar yang sehat. Untuk mampu membedakan sesuatu benar dan salah, jujur dan dusta, setia dan khianat, sehat dan sakit.

Manusia di komunitas Jawa dan warisan leluhur, ada tiga kriteria, yaitu : Bibit, Bobot, Bebet. Ini adalah sistim requitment sederhana untuk banyak masalah warisan leluhur kita, untuk menyaring hal yang diperlukan dalam kehidupan ini. Singkat, padat penuh makna, mari kita fahami bersama :

Pertama, Bibit; hal ini terkait dengan asal usul seseorang, hal ini menyangkut risalah keturunannya.

Kedua Bobot; hal ini terkait dengan kualifikasi seseorang, baik menyangkut risalah pendidikannya maupun keluasan pengetahuannya.

Ketiga, Bebet; hal ini menyangkut tentang attitude atau perilaku keseharian seseorang dalam hubungannya dengan perilaku tata nilai kehidupannya sehari- hari.

fimdalimunthe55@gmail.com

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles