Thursday, June 13, 2024
spot_img
CleanTexs
20240303_141948
agaddhita
UMcmps
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Ini Pesan Ketua Kwarwil HW Jawa Timur Dalam Musyda HW Ke 3 Kabupaten Malang

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Daerah Hizbul Wathan ke-3 di Ruang Paripurna Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Dengan mengusung Tema “Meneguhkan Jati Diri Kepanduan Membangun Kader Berkemajuan”. Kamis, (23/5/24).

Acara pembukaan Musyda HW ke-3 tersebut dihadiri tidak kurang dari 200 peserta, baik dari tamu undangan maupun utusan dari beberapa Qabilah. Hadir juga sebagai tamu undangan dari unsur Pemerintahan Kabupaten Malang adalah Imam Hidayat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, selaku perwakilan dari Bupati Malang. Kuncoro Ketua Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Malang, serta Ahmad Arif, Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Malang.

Sementara dari unsur persyarikatan, hadir diantaranya; Ramanda Nugroho, Ketua Kwartir Pusat (Kwarpus) Hizbul Wathan, Ramanda Fathurrahim Syuhadi selaku Ketua Kwarwil, Ramanda Yasir Wachid selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pondok HW, dan Bunda Murni Novida Wardany selaku Wakil Ketua Bidang HW PAUD Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Timur. Turut hadir juga undangan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Kota Malang dan Kota Batu. Selain itu, Musyda HW ke-3 Kwarda Malang juga dihadiri oleh Ramanda Abu Bakar selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang beserta semua jajaran Organisasi Otonom tingkat daerah Kabupaten Malang.

Acara pembukaan Musyda HW ke-3 dimeriahkan oleh penampilan seni tari dari Pandu HW dan atraksi Formasi Semaphore dari SMK Muhammadiyah 2 Pagak Kab. Malang. Atraksi yang dilakukan oleh 13 siswa-siswi tersebut menampilkan Favor Semaphore dan Dance Semaphore. Selanjutnya, tidak ketinggalan, atraksi dari Tapak Suci Putra Muhammadiya (TSPM) Unit Latihan Cabang Kepanjen, turut serta memeriahkan pembukaan Musyda HW ke-3 tersebut.

Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Malang Ramanda Imam Mushlih, S.Pd., menyampaikan bahwa perlu perjuangan dan dedikasi yang tinggi untuk menjaga syiar persyarikatan, meneruskan kaderisasi dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.

“Untuk bisa meneruskan cita-cita pendiri persyarikatan harus memiliki “4 R”, yaitu Kober, Seger, Pinter, dan Sliwar-sliwer. Kober berarti selalu ada waktu untuk mengurus persyarikatan. Seger artinya harus dalam kondisi segar dan produktif. Pinter berarti memiliki kompetensi kepemimpinan. Yang terakhir sliwar-sliwer, yaitu rajin silaturrahim.” Tuturnya.

Pembukaan Musyda HW ke-3 dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi. Ketua Kwarwil HW Jawa Timur tersebut menyampaikan apresiasi yang luar biasa untuk Kwarda HW Kabupaten Malang yang sudah bisa menyelenggarakan Musyda HW ke-3 di Gedung DPRD Kabupaten Malang.

“Orang Malang sudah menginspirasi HW di seluruh Indonesia. Malang Raya memiliki kontribusi besar terhadap bangkitnya Kepanduan Hizbul Wathan melalui sosok figur Fatkhur Rahman HM. Tokoh pendiri dan tokoh kunci kebangkitan HW di Indonesia bersama Amien Rais.” Ujarnya.

Pada akhir sambutannya, orang nomor satu di HW Jawa Timur tersebut menekankan perlunya Kwarda HW Kabupaten Malang untuk bersinergi dengan seluruh jajaran di Pemerintahan Kabupaten Malang.

“Musyda adalah forum tertinggi tingkat Kabupaten harus melahirkan program kerja dan kepemimpinan kredibel dan amanah.” Tegas Ramanda Syuhadi yang juga Wakil Ketua PDM Kabupaten Lamongan.

Acara pembukaan Musyda HW ke-3 Kabupaten Malang diakhiri dengan Tausiyah Kebangsaan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, Ramanda Abu Bakar, sekaligus membuka acara Musyda HW ke-3.

HW Kabupaten Lamongan sebagai salah satu putera Muhammadiyah terlibat aktif dalam membesarkan persyarikatan. HW disiapkan untuk mendidik dan mengkader anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa. HW telah membuktikan secara konkrit dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui perjuangan tokoh dan pendiri bangsa.

“Menjadi kader HW harus siap menjaga dan merawat bangsa Indonesia menjadi bangsa baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. “Ujarnya.

Masih Ramanda Abu Bakar “Musyda hendaknya dilaksanakan secara keadaban bebas dari kepentingan pribadi. Karena itu indahkan ketentuan organisasi, musyda harus menghasilkan program dan kepemimpinan yang berkualitas.” Pungkasnya. (Mu’ad Roziqin)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles