Thursday, June 13, 2024
spot_img
CleanTexs
20240303_141948
agaddhita
UMcmps
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Dua Enam Language and Lughah Kunjungi Mini Agrowisata Surabaya

Surabaya, kartanusa – Mini Agrowisata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, menjadi salah satu destinasi favorit yang banyak dikunjungi masyarakat, khususnya anak-anak.

Bagi warga Surabaya dan sekitarnya diperbolehkan sekali jika ingin berkunjung ke miniagrowisata yang tentunya harus terlebih dulu mengirimkan surat permohonan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya.

Kali ini Mini Agrowisata mendapatkan kunjungan dari Tim Duell (Dua Enam Language and Lughah), Selasa (4/6/24) terdiri dari 41 siswa dan siswi serta guru pendamping sejumlah 8 orang dengan mengendarai 2 mobil elf, siswa siswi SD Muhammadiyah 26 sangat senang karena merupakan suatu pengalaman pertama bagi mereka berkunjung ke Mini Agrowisata.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan, bahwa Mini Agrowisata menjadi salah satu media edukasi pertanian, perikanan dan peternakan kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD hingga SMP.

“Tujuan kegiatan yang dilaksanakan dalam kunjungan kali yaitu mengajarkan kepada para siswa dan siswi mengenal jenis-jenis tanaman, jenis-jenis hewan ternak dan juga jenis-jenis ikan budidaya. Selain itu, para siswa dan juga guru terlihat antusias ketika memasuki area greenhouse hidroponik,” terangnya.

Melalui destinasi wisata ini, Antiek menyatakan, bahwa masyarakat khususnya anak-anak, akan dikenalkan beragam jenis agrikultur pertanian. Termasuk pula sejumlah budidaya perikanan dan peternakan yang terdapat di kompleks Mini Agrowisata.

“Jadi kita juga ajak untuk ikut menanam, seperti di hidroponik kita ajari mereka caranya menanam dengan gaya anak-anak. Kemudian kita ajak memberi makan ikan, ayam, kambing, kura-kura dan sebagainya,” paparnya.

Siswa siswi peserta Duell SD Muhammadiyah 26 berangkat pukul 09.00, setelah tiba di lokasi mereka diajak berkeliling rumah kaca (belajar tanaman obat-obatan). Kemudian dilanjutkan kegiatan berkebun.

Setelah puas berkeliling dan berkebun, dilanjutkan menuju ke kolam ikan, seluruh siswa siswi diberikan kesempatan untuk memberi makan ikan. Setelah itu bergeser ke kolam ikan terapi.

Di kolam ikan terapi, siswa siswi mencoba memasukkan kakinya.

“Geli us, senang sekali us, baru pertama kali mencoba. Saya senang sekali,” celetuk Caca siswa kelas 1.

Setelah puas terapi ikan lanjut ke kandang ayam, di sana mereka mengambil telur ayam dengan hati-hati karena takut pecah. Kemudian bergeser ke kandang kelinci. “iiihhh lucu us kelincinya, boleh di bawa pulang gak us?” tanya Adeeva siswi kelas 2 dengan imutnya.

Setelah lelah menelusuri tempat-tempat di mini agrowisata, siswa siswi makan siang dan sholat dhuhur di masjid Akbar. Pukul 14.00 seluruh siswa siswi kembali pulang ke SD Muhammadiyah 26.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, anak-anak bisa tahu bagaimana cara menanam padi, padi asalnya dari mana. Telur dari mana, mereka bisa tahu telur dari ayam. Kemudian melihat kambing, mereka bisa belajar memberi makan dan juga mencintai pertanian, perikanan dan peternakan, serta mereka bisa merasakan terapi ikan. Semoga dengan kegiatan ini anak-anak bisa lebih teredukasi lagi ” tutur ustadzah Ria. (Dewi Kartika)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles