Thursday, June 13, 2024
spot_img
CleanTexs
20240303_141948
agaddhita
UMcmps
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Hadiri Musycab Bersama AMM Wonokromo, Ini Pesan Inspiratif 3 Ketua Pimpinan Ortom Daerah

Surabaya, kartanusa – Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo sukses melaksanakan Musyawarah Cabang (Musycab) Bersama organisasi otonom Muhammadiyah tingkat cabang atau yang sering disebut Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), yaitu PC Pemuda Muhammadiyah, PC Nasyiatul ‘Aisyiyah, PC Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Sabtu (8/6/2024)

Turut hadir pada pada acara tersebut, jajaran Anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo; Sekretaris Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Wakil Ketua Agus Suwandi, Taufik Hidayanto, A.Md, dan Soenaryo HS, Ketua Ortom tingkat cabang Wonokromo.

Hadir pula Ketua ortom tingkat daerah; Alfianur Rizal, M.Pd., Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Talitha Shabrina El-Jihan, S.Pd., Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA), Agung Wahyu Nugroho Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Surabaya. Sabtu (8/6/2024).

Agung Wahyu Nugroho Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Surabaya menyampaikan pentingnya regenerasi yang harus menjadi perhatian kita bersama.

“Menyiapkan kader-kader terbaik harus dilakukan, jangan sampai kita merasa tidak ada kader. IPM menjadi gerbang pertama bagi pelajar untuk mengenal organisasi Muhammadiyah, menjadi tonggak awal memunculkan dan mendidik kader-kader persyarikatan yang militan”. Ujarnya

Sedangkan Talitha Shabrina El-Jihan, S.Pd., Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) mengingatkan tentang kolaborasi dan sinergi antar kader, termasuk antar organisasi otonom Muhammadiyah.

“Kader-kader yang ada di ortom lainnya, mulai IPM, IMM harus bisa bersinergi dan kolaborasi bersama untuk menghidupkan pergerakan. Ini Nasyiatul Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah memanggil untuk bergabung, ikutlah dengan yang terdekat”. Tuturnya

Pada sambutan berikutnya adalah giliran Alfianur Rizal, M.Pd., Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya menyampaikan kritik yang tegas terhadap kondisi perkaderan yang ada, baik di Amal Usaha Muhammadiyah maupun di Ortom.

“Momentum yang tepat kali ini, kami bisa menyampaikan terhadap kondisi perkaderan hari ini di Amal Usaha Muhammadiyah dan Ortom. Dalam pandangan kami, bahwa perkaderan kita tidak serius, bahkan bisa dikatakan hari ini kita darurat kader”. Ujarnya.

Dia menyampaikan kritik kepada Majelis Dikdasmen dan PNF terhadap open rekruitmen, baik guru-karyawan dan kepala sekolah tidak memperhatikan para kader, tetapi hanya lebih mementingkan profesional belaka.

“Buat apa ada Dikdasmen, buat apa ada Kepala Sekolah tetapi tidak peduli dengan perkaderan, bahkan cenderung mengabaikan. Kegiatan Ortom di beberapa sekolah tidak didukung penuh oleh Kepala Sekolah yang notabene bukan kader”. Ulasnya.

Dia kemudian mengingatkan bahwa sekolah punya kewajiban membina 3 Ortom, yaitu Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TS), dan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW).

“Kalau kita masih merasa kurang dengan kompetensi kader, maka ikutkan diklat, tapi kalau orang profesional kurang ideologis, akan sulit untuk difahamkan ideologinya, mereka hanya menjadi pekerja di Muhammadiyah, bukan sebagai kader”. Imbuhnya

Pesan terakhir, mengingatkan tentang pesan KH. Ahmad Dahlan tentang Hidup-Hidupilah Muhammadiyah, Jangan Mencari Kehidupan di Muhammadiyah.

“Kalau masih ada kepala sekolah, guru dan karyawan yang tidak peduli dengan perkaderan dan pergerakan Ortom Muhammadiyah, maka sebaiknya evaluasi, dan diganti”. Tegasnya (Gus)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles