Saturday, July 13, 2024
spot_img
CleanTexs
20240303_141948
agaddhita
UMcmps
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Shadow

Menggagas Beragam Konsep Pendidikan dalam Satu Buku “Sang Penggerak” di Era Merdeka Belajar

Surabaya, kartanusa – Di era merdeka belajar, sekolah bebas menentukan model. Namun demikian, arahnya harus jelas. Pola pengembangan pendidikan pun ke arah inklusi, lebih memanusiakan manusia dan lebih humanis. Sekolah harus bisa menerima anak-anak berkebutuhan khusus.

Sebenarnya pola ini sudah lama dikembangkan oleh sekolah kreatif, sekolah keberbakatan, sekolah berkemajuan, dan sekolah karakter. Kini empat konsep pendidikan telah menyatu dalam satu buku bermutu berjudul “Sang Penggerak”.

Pertama, Sekolah kreatif sesungguhnya berangkat dari sekolah yang kurang diminati. Untuk membangun citra sekolah, maka tiga tokoh utama, Bapak Ismadi Retty (Alm), Ahmad Zaini, dan Heru Tjahyono hadir sebagai TIPS (Tim Inovasi Pengembang Sekolah) dengan membuat brand baru bernama “Sekolah Kreatif”.

Heru Tjahyono terus gigih mengembangkan sekolah ini. Atas keyakinan dan bukti nyata dari hasil inovasi yang dilakukan, saat ini sudah 25 sekolah, dari SD, SMP, dan SMA telah menggunakan brand “Sekolah Kreatif” di Indonesia, atas binaan Heru Tjahyono.

Kedua, Sekolah Keberbakatan yang digagas oleh Ir. Sudarusman. Sekolah ini menggunakan konsep Muhammadiyah Boarding Area. Ada area sport, art, and sains sehingga disingkat MBA Spartans SMAM X. Sekolah baru berdiri tahun 2014 dengan menempati lahan 400 meter persegi di Jl. Genteng Muhammadiyah nomor 45 Surabaya. Selain itu, sekolah ini juga membuka sekolah di Mall.

Sekolah keberbakatan memang menyesuaikan passion siswa. Anak dengan potensi khusus akan dikembangkan menjadi prestasi. Tidak heran jika dari sini ditemukan siswa prestasi regional, nasional, hingga internasional.

Dalam kurun waktu memasuki 9 tahun, MBA Spartans SMAM X sudah memiliki 4 kampus dengan jumlah 962 siswa. Sekolah inklusi yang mampu menjadikan siswanya berprestasi.

Ketiga, Sekolah Berkemajuan. Banyak yang telah mengenal SD Muhammadiyah 4 Pucang (Mudipat) Surabaya. Sekolah ini tidak tiba-tiba menjelma menjadi sekolah besar. Sekolah berdiri tahun 1963 dan berlokasi di Jl. Pucang Anom Timur no 56. Saat itu masih sangat sederhana. Untuk pengembangan sekolah, tahun 1990 pindah ke Jln. Pucang Anom no. 93.

Konsep yang dikembangkan oleh sekolah Teladan Nasional ini sesuai dengan Kurikulum Nasional dan Cambridge dengan modifikasi keunggulan di bidang ekstrakurikuler, Tak heran, dalam berbagai lomba, selalu juara. Khususnya untuk robotika dan ekstrakurikuler lainnya dari level lokal sampai dengan level internasional. Bapak Kepala Sekolah Mudipat, Edy Susanto, M. Pd telah menggagas Sekolah Berkemajuan (Skoju).

Keempat, Sekolah Karakter. Tahun 2007, Drs. Najib Sulhan, MA telah menggagas Sekolah Karakter dan langsung disampaikan ke Mendikbud, Prof. Dr. Bambang Sudibyo. Sesungguhnya konsep ini cukup sederhana dengan tiga pilar, pertama berbasis pada moral, yaitu moral kepada Tuhan, kepada sesama, terhadap ilmu, dan moral terhadap lingkungan. Kedua, berbasis pada potensi, bahwa setiap anak punya potensi dan ketika potensi itu dikembangkan sukses tinggal tunggu waktu. Pilar ketiga adala value. Nilai seorang anak ketika mampu mengembangkan potensinya dan dikuatkan dengan fondasi moral.

Konsep karakter kemudian dijadikan program unggulan pemerintah. Dalam RPJP (Rencana Pemerintah Jangka Panjang) dimulai tahun 2010. Pada sosialisasi pertama, buku “Pendidikan Berbasis Karakter” karya Najib Sulhan diseminarkan bersama Mendikbud Prof.M. Nuh, DEA di Jawa Pos. Program ini akan berakhir tahun 2025.

Ketiga konsep ini telah dikembangkan di Al Azhar Kelapa Gading. Lebih dari 10 buku panduan telah dibuat sebagai penguat sistem pada tataran pelaksanaan. Bahkan penggagasnya ditunjuk sebagai Fasilitator Penguatan Pendidikan Karakter Nasional. Kini, diminta di beberapa sekolah untuk mendesain sekolah berbasis karakter.

Keempat konsep pendidikan ini telah terangkum dalam satu buku, “Sang Penggerak”. Keempat konsep itu adalah sekolah kreatif, sekolah keberbakatan, sekolah berkemajuan, dan sekolah karakter. Bersifat humanis, inklusi, dan berpihak pada potensi siswa. Secara internal telah terbit dan semoga dalam waktu dekat akan terbit secara umum. (Najib Sulhan)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles