Surabaya, kartanusa – Memulai jenjang pendidikan di sekolah dasar kerap menjadi momen yang menggetarkan hati para orang tua, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menyekolahkan anaknya. Banyak orang tua merasa kaget dan cemas saat anaknya mulai beranjak ke kelas 1 SD, tahap awal yang sangat menentukan masa depan si buah hati.
Dalam rangka membantu para orang tua menghadapi tantangan ini, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengadakan acara bertajuk Parenting Welcoming Day dengan tema; “Menyiapkan Langkah Awal Membangun Masa Depan”. Selain parenting, juga dilaksanakan sosialisasi program kerja tahunan Sekolah oleh masing-masing wali kelas.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin, 14 Juli 2025, di Masjid Al Mufidah, Kampus 1 Sekolah Karakter, menghadirkan narasumber ahli, Bunda Siti Fauziah, M.Si., CBHC, pendiri Open Mind Coaching & Consulting.
Dalam sesi materinya, Bunda Siti Fauziah membagikan berbagai tips praktis dan strategi emosional agar anak-anak dapat menjalani hari pertama di sekolah dengan perasaan bahagia dan penuh semangat.
“Salah satu kunci penting adalah bagaimana orang tua dapat menciptakan memori bahagia bersama anak, sehingga mereka merasa aman dan senang menjalani aktivitas belajar serta mampu membangun rasa percaya diri yang kuat sejak awal.” Tegasnya.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa acara tersebut menjadi momen penting sekaligus wadah komunikasi antara Sekolah dan orang tua untuk bersama-sama menyukseskan program pendidikan anak-anak.
“Acara ini menjadi momen penting sekaligus wadah komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk bersama-sama mendukung pembentukan karakter anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri dan berprestasi.” Pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Program Sekolah selama satu semester dari masing-masing wali kelas. Diharapkan dengan sosialisasi ini, orang tua bisa memahami tentang apa yang telah diprogramkan oleh Sekolah.
Sosialisasi program berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, antara Sekolah dan orang tua wali murid, terbukti dengan antusias hadir dan bertanya tentang program yang disosialisasikan. (Ilham).







