Surabaya, kartanusa – Songsong Musim Haji 1447 H/2026 M, Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Provinsi Jawa Timur gelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Gedung Binaloka Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Selasa (27/01/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua PW IPHI Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. Dalam sambutannya, ia menegaskan tentang pentingnya peran organisasi masyarakat sebagai bagian dari civil society dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jawa Timur yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Rakerwil tersebut. Ia juga berharap perhatian serupa dapat diberikan oleh Kesra pemerintah kabupaten/kota kepada Pengurus Daerah (PD) IPHI.
“Saya berterima kasih kepada Kesra Pemprov Jawa Timur yang telah memberikan fasilitas tempat kegiatan ini. Saya berharap Kesra Pemda kota dan kabupaten juga memberi perhatian kepada PD IPHI.” Tuturnya.
Rakerwil PW IPHI Jawa Timur kali ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI, Dr. Ir. KH. Erman Suparno, MBA, M.Si., dan Sekretaris Jenderal Ir. H. Bambang Irianto, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Asadul Anam.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PP IPHI, Ir. H. Bambang Irianto, menegaskan bahwa pelaksanaan Rakerwil PW IPHI Jawa Timur telah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Ia juga menyampaikan bahwa Rakerwil sebagai bagian dari dinamika organisasi dan menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari kemasyarakatan Islam.
Ia juga berharap melalui kegiatan tersebut, bisa membawa keberkahan dan menjadi momentum penguatan peran IPHI di daerah, dalam upaya melestarikan Haji Mabrur Sepanjang Hayat.
“Semoga melalui Rakerwil ini, IPHI terus memberikan kontribusi terbaiknya di tengah-tengah masyarakat, dalam membina jamaah pasca haji, sehingga terwujudnya Haji Mabrur Sepanjang Hayat.” Tegasnya.

Setelah pembukaan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sarasehan tentang persiapan Musim Haji 1447 H/2026 M, dengan narasumber utama Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI, Dr. Ir. KH. Erman Suparno, MBA, M.Si., dan Sekretaris Jenderal Ir. H. Bambang Irianto, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Asadul Anam. Sedangkan moderator acara dipimpin langsung oleh Sekretaris PW IPHI Jatim, KH. Imam Mawardi Ridlwan.
Sementara itu, dalam sesi sarasehan, Ketua Umum PP IPHI Dr. Ir. KH. Erman Suparno, MBA., M.Si., menyampaikan bahwa IPHI telah memenuhi undangan Kementerian Haji Republik Indonesia pada 23 Desember 2025. Ia juga mengatakan bahwa diharapkan dalam pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal bahwa IPHI akan dilibatkan dalam kegiatan manasik haji serta sertifikasi pembimbing haji.
“Keberadaan Kemenhaj RI merupakan hasil dari salah satu usulan PP IPHI kepada DPR RI. Oleh karena itu, IPHI akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan Kemenhaj. Ke depan perlu dilakukan silaturahim lanjutan untuk merealisasikan nota kesepahaman atau MoU.” Tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Plt. Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Dr. KH. Asadul Anam, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rekrutmen tenaga pembimbing haji secara terbuka, objektif, dan adil. Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, sebanyak 30 persen tenaga pembimbing haji berasal dari kalangan perempuan.
“Pada tahun 2026, sebanyak 30 persen tenaga pembimbing haji berasal dari kalangan perempuan, yang menjadi capaian penting dalam upaya pemberdayaan perempuan di bidang pelayanan haji.” Tandasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan tentang tri sukses Kementerian Haji dan Umrah, yakni: Pertama, Sukses Ritual; Ritual ibadah haji harus sesuai dengan syariat Islam.
Kedua, Sukses Ekosistem Haji; Pelaksanaan ibadah haji menelan anggaran kurang lebih 18-20 triliun, yang mestinya dapat memberikan dampak kepada kesejahteraan rakyat, khususnya rakyat Indonesia.
Ketiga, Sukses Peradaban dan Keadaban Haji; Para alumni haji mestinya menjadi teladan utama ditengah masyarakat, sehingga memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyinggung tentang tokoh penting bangsa ini, yang membawa dampak positif pasca melaksanakan haji, seperti KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
“Kita bisa mengambil hikmah, alumni haji seperti KH. Ahmad Dahlan, sepulang haji mendirikan organisasi Muhammadiyah dan KH. Hasyim Asy’ari, mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama.” Tandasnya.
Ia juga mengungkapkan tentang beberapa masakan mulai bumbu dan ikan diambil dari Indonesia, termasuk pembayaran dam, baik di tanah suci maupun di Indonesia.
“Penyaluran Dam melalui BAZNAS tahun lalu, mencapai 500 Milyar, yang disalurkan di Indonesia. Inilah yang diharapkan oleh pemerintah, bahwa pelaksanaan haji harus memberikan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.” Ungkapnya.
Diakhir paparannya, ia kemudian menegaskan kembali bahwa bimbingan manasik haji yang diselenggarakan di daerah selalu menggandeng ormas, baik Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, maupun IPHI.
Senada, dalam kesempatan tersebut juga, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan menyampaikan sejumlah rekomendasi hasil Rakerwil IPHI Tahun 2026. Rekomendasi tersebut antara lain:
- Mencakup kerja sama PW dan PD IPHI dengan Kanwil Kemenhaj dalam pembimbingan manasik haji.
- Penguatan jejaring UMKM melalui Majelis Taklim Perempuan (MTP).
- Pemanfaatan dana kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
- Kelanjutan program Kartu Tanda Anggota (KTA) melalui kerja sama dengan bank mitra.
- Kelanjutan pelatihan pembimbing manasik haji profesional sebagai program strategis.
- Pengaktifan kembali Koperhaji yang telah berbadan hukum.
- Pelibatan IPHI dalam penugasan pembimbing dan pengawas jamaah haji.
“PW IPHI Jawa Timur juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar PP IPHI pada pekan ketiga Syawal 1447 Hijriah di Yogyakarta.” Tandasnya.
Selain itu, rekomendasi lainnya adalah usulan agar petugas haji, khususnya petugas wanita, direkomendasikan oleh IPHI, tindak lanjut arahan Wakil Gubernur Jawa Timur terkait dukungan dana hibah dari pemerintah daerah kabupaten/kota, pelaksanaan turun ke bawah (turba) PW IPHI ke PD se-Jawa Timur secara regional, serta upaya mewujudkan wakaf produktif IPHI.
Rakerwil PW IPHI Jawa Timur ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua PD IPHI Kabupaten Lamongan, KH. Abdur Rouf, sebagai peneguhan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara IPHI dan Kemenhaj demi peningkatan kualitas pelayanan haji di Indonesia. (Humas/Gus).







