spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgama105 Paket School Kit Ceriakan Siswa SD dan TK Terdampak Banjir Bandang...

    105 Paket School Kit Ceriakan Siswa SD dan TK Terdampak Banjir Bandang di Besuki Situbondo

    Situbondo, kartanusa – Peduli sesama, di Masjid Al-Azhar yang berada di Komplek SD Muhammadiyah Terpadu Besuki Situbondo riuh ramai dengan suara canda tawa anak-anak. Sebanyak 105 siswa-siswi SD Muhammadiyah, TK Aisyiyah dan kelompok bermain duduk di ruangan masjid, didampingi oleh bapak, ibu guru, ustadzah serta beberapa orang tua wali murid. Jum’at (06/02/2026).

    Siang itu, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZISMU) Jawa Timur didampingi Manager LAZISMU Situbondo hadir ke Masjid Al-Azhar dengan membawa bantuan berupa 105 paket perlengkapan Sekolah atau school kit untuk siswa/siswi dan 8 unit kompor gas untuk orang tua wali murid.

    Mereka yang akan menerima bantuan adalah siswa/siswi dan orang tua wali murid yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi di Besuki Kabupaten Situbondo beberapa pekan yang lalu.

    Setelah pembacaan ayat Al-Qur’an acara diawali dengan prakata tentang progres respon banjir Situbondo oleh Ustadz Sugiran Manager LAZISMU Situbondo. Kemudian dilanjutkan dengan doa plus sambutan Ustadz Amrozi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Besuki.

    Sebelum pembagian bantuan, Ustadz Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim yang membidangi pendistribusian dan pendayagunaan juga memberikan sambutan serta menyemangati para siswa siswi yang hadir.

    “Semoga anak-anak SD Muhammadiyah, TK ‘Aisyiyah dan peserta kelompok bermain terus bersemangat menuntut ilmu dan mengembangkan diri. Jadikan bencana sebagai hikmah, agar kita tidak menyerah dengan kondisi yang tidak diharapkan.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada anak-anak untuk mematuhi arahan orang tua dan guru tentang bagaimana seharusnya menghadapi bencana.

    “Semoga semua sehat walafiat dan selamat tidak terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki sewaktu terjadi bencana.” Harapannya.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ustadzah Ruli Indriani, guru kelompok bermain anak mewakili guru dan Ustadzah yang hadir menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa bahagia atas perhatian dan kepedulian dari Muhammadiyah.

    “Khususnya LAZISMU dan MDMC yang telah berpartisipasi dalam penanganan banjir bandang di Situbondo beberapa waktu lalu.” Katanya.

    Ia juga mengapresiasi bantuan school kit atau perlengkapan Sekolah yang sangat dibutuhkan oleh anak didik yang peralatan sekolahnya hancur atau hanyut diterjang banjir. Selain itu, bantuan sembako hingga peralatan memasak juga diberikan kepada orang tua wali murid penyintas banjir.

    Puncaknya, lanjut Ustadz Aditio, sebelum adzan Ashar berkumandang di Masjid, 105 paket school kit dan 8 unit kompor gas pun segera dibagikan kepada para penerima manfaat, yakni; anak-anak, siswa/siswi SD Muhammadiyah, TK ‘Aisyiyah dan kelompok bermain, serta orang tua wali murid terdampak bencana banjir.

    “Tak lupa setiap orang yang hadir di Masjid juga mendapatkan 1 kaleng makanan RendangMu yang merupakan produk Qurban Kemasan LAZISMU Jawa Timur.” Ungkapnya.

    Kegiatan diakhiri dengan berfoto bersama dengan meneriakkan yel-yel penyemangat, yakni; Muhammadiyah Jaya dan LAZISMU memberi untuk Negeri. Sementara itu, respon positif dari Muhammadiyah Situbondo dalam penanganan warga terdampak banjir bandang tersebut.

    Sementara itu, Ustadz Sugiran Manager LAZISMU Situbondo, dalam kesempatan tersebut menjelaskan progres raportnya, mengingat peristiwa banjir bandang yang terjadi pada 21 Januari 2026 di Kabupaten Situbondo, berdampak bagi sekitar 7400 KK di 15 Desa pada 5 Kecamatan di Kabupaten Situbondo.

    “Terbanyak di Kecamatan Besuki dengan 5414 KK yang terdampak. Genangan banjir antara 50 cm hingga mencapai 2 meter.” Ujarnya.

    Berbeda dengan di Sumatra, lanjut Ustadz Sugiran, banjir bandang di Kabupaten Situbondo tidak terlalu lama surutnya, namun berdampak pada tempat tinggal warga. Dari hasil assesmen MDMC dan LAZISMU Situbondo warga yang kehilangan hunian mengungsi ke rumah saudara terdekat yang tidak terdampak banjir.

    “Sementara itu sungai masih berpotensi meluap jika terjadi curah hujan yang tinggi. Beberapa Rumah Warga tidak dapat di tempati karena mengalami kerusakan cukup serius.” Ungkapnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pada saat itu beberapa akses jalan di Kecamatan Jatibanteng dan Besuki terputus karena rusaknya jembatan. Dampaknya warga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan karena dapur rusak dan beberapa alat dapur terbawa arus banjir.

    “Beberapa siswa Sekolah ada beberapa yang belum mengikuti KBM, karena seragam dan perlengkapan Sekolah terbawa oleh arus banjir.” Katanya.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Situbondo melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan LAZISMU tidak ketinggalan dalam menangani warga terdampak banjir.

    Bersama instansi Pemerintah dan Lembaga Kebencanaan lainnya, MDMC dan LAZISMU Jatim turun berpartisipasi memberikan bantuan dan dukungan bagi warga terdampak banjir. Pembagian tugas juga dilakukan, dimana MDMC dan LAZISMU Jatim lebih fokus menangani warga terdampak yang putra/putrinya bersekolah di Perguruan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, terutama di Kecamatan Besuki.

    Respon yang sudah dilakukan oleh Muhammadiyah antara lain; penyaluran bantuan sembako untuk Guru AUM terdampak banjir, penyaluran bantuan paket sembako dan donasi untuk siswa TK ABA 1 Besuki yang terdampak banjir, melakukan assessment terhadap siswa/siswi terdampak banjir yang sangat parah dan membutuhkan bantuan school kit.

    Selain itu, assessment juga dilakukan guna mengetahui kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan keluarga penyintas banjir di Kecamatan Besuki dan Banyuglugur. (Ddt)

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here