Sidoarjo, kartanusa – Semangat kepedulian membuncah di sepanjang jalan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, saat puluhan tenaga pendidik yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Tanggulangin turun ke jalan. Bukan sekadar rutinitas Ramadan, aksi sosial bertajuk “Takjil untuk Sesama, Berkah untuk Semua” ini digelar khusus untuk memulihkan senyum warga yang baru saja berjuang menghadapi musibah banjir berkepanjangan.
Kehadiran para “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” ini membawa misi mulia: memberikan dukungan moril dan bantuan nyata bagi masyarakat yang tengah berada dalam masa pemulihan psikologis.
Sinergi Guru dan Pemerintah Desa
Suasana guyub sangat terasa saat para guru dan Kepala Sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP membagikan paket takjil kepada pengendara dan warga sekitar. Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh Kepala Desa Kedungbanteng, Budiono, yang turut terjun ke lapangan memastikan bantuan tepat sasaran.
Sebanyak 853 paket takjil ludes dibagikan dalam waktu singkat. Pemilihan lokasi di Desa Kedungbanteng dilakukan secara sengaja sebagai bentuk solidaritas terdalam bagi wilayah yang terdampak banjir paling signifikan di Sidoarjo.
Lebih dari Sekadar Mengajar di Kelas
Ketua PGRI Cabang Tanggulangin, Rizki Febrianto, M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran agenda ini. Ia berharap bantuan sederhana ini mampu memberikan hiburan bagi warga.
“Alhamdulillah, sebanyak 853 paket kami bagikan. Semoga sedikit kebaikan di bulan Ramadan ini dapat menghibur masyarakat yang baru saja melewati masa sulit pasca banjir,” ungkap Rizki dengan penuh harap.
Senada dengan itu, Ketua K3S Tanggulangin, Moh. Ghofur, M.Pd., menegaskan bahwa peran guru masa kini telah melampaui dinding kelas. PGRI berkomitmen untuk selalu hadir dalam setiap denyut nadi permasalahan masyarakat.
- Komitmen Sosial: Menunjukkan sisi humanis guru sebagai bagian dari solusi masyarakat.
- Dukungan Psikologis: Meringankan beban mental warga pasca bencana melalui interaksi langsung.
Apresiasi dan Harapan Masa Depan
Kepala Desa Kedungbanteng, Budiono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran para guru di tengah masyarakat memberikan suntikan semangat tersendiri bagi warganya yang sedang bangkit.
“Kami sangat mengapresiasi PGRI Cabang Tanggulangin. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk warga kami yang baru pulih dari banjir. Warga terlihat sangat antusias,” tutur Budiono.
Aksi nyata ini ditutup dengan senyum sumringah warga, membuktikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat adalah kunci dalam menghadapi masa sulit. PGRI Tanggulangin berharap langkah ini menjadi pemantik semangat gotong royong yang lebih besar di masa depan. (Yuda).







