Inspirasi Kehidupan : Nuzulul Qur’an Momentum Peroleh Keberkahan dan Kemuliaan Diri
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Guru Ismuba SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Wakil Sekretaris LPHU PWM Jawa Timur)
Refleksi Kajian Nuzulul Qur’an, Kamis (05/03/2026) di Masjid Syuhada Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung Wonokromo Surabaya.
Peristiwa Nuzulul Qur’an merupakan momen krusial dalam sejarah Islam, namun para ulama memiliki beberapa pandangan mendalam mengenai detail teknis bagaimana Al-Qur’an diturunkan.
Berikut ini adalah ringkasan tentang pandangan para ulama mengenai mekanisme turunnya Al-Qur’an, yakni:
Pertama, Dua Tahapan Penurunan; Pandangan yang paling populer (jumhur ulama) menyatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahapan besar, yakni:
- Tahap Pertama (Penurunan Sekaligus); Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) secara utuh atau sekaligus pada malam Lailatul Qadar.
- Tahap Kedua (Penurunan Berangsur); Dari langit dunia, malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun sesuai dengan peristiwa atau kebutuhan umat saat itu.
Kedua, Tafsir Malam Penurunan; Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan tepatnya wahyu pertama turun (awal Nuzulul Qur’an), yakni:
- 17 Ramadan; Ini adalah pandangan yang sangat populer di Indonesia, didasarkan pada tafsir QS. Al-Anfal: 41 mengenai hari Al-Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan (Perang Badar). Para ulama berpendapat bahwa peristiwa turunnya Al-Qur’an terjadi di tanggal yang sama dengan peristiwa besar tersebut.
- Malam Lailatul Qadar (10 Hari Terakhir); Merujuk pada QS. Al-Qadr: 1, banyak ulama (terutama di Timur Tengah) meyakini bahwa Al-Qur’an pertama kali turun pada malam Lailatul Qadar yang berada di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Ketiga, Makna dan Hikmah di Balik Nuzulul Qur’an; Ulama sepakat bahwa proses turunnya Al-Qur’an yang berangsur-angsur memiliki tujuan mulia, di antaranya:
- Meneguhkan Hati Nabi; Memberikan penguatan mental kepada Rasulullah SAW saat menghadapi tantangan dakwah.
- Memudahkan Hafalan; Membantu para sahabat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan ayat demi ayat.
- Menjawab Persoalan; Memberikan solusi langsung terhadap masalah atau pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat.
- Gradualisasi Hukum; Menerapkan syariat secara bertahap agar tidak mengejutkan umat, contohnya adalah pelarangan khamr.
Keempat, Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar; Secara teknis, ulama sering membedakan keduanya dalam konteks perayaan:
- Nuzulul Qur’an; Lebih sering diperingati sebagai momen awal mula wahyu turun ke bumi (di Gua Hira).
- Lailatul Qadar; Merupakan malam kemuliaan yang nilai ibadahnya lebih baik dari seribu bulan, di mana Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah.
“Meskipun ada perbedaan tanggal (17 Ramadan vs Lailatul Qadar), para ulama menegaskan bahwa yang terpenting bukan sekadar seremoni tanggalnya, melainkan bagaimana kita kembali berinteraksi (membaca dan mengamalkan) Al-Qur’an itu sendiri”







