Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Tantangan Era Digital Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila
Oleh Arisandy Wahyu Wiryadinata Achmad
(Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, generasi muda Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan yang kompleks. Perkembangan teknologi yang pesat membawa dampak positif seperti; kemudahan akses informasi, peluang bisnis online, serta terbukanya lapangan kerja baru.
Namun di sisi yang lain, kondisi ekonomi belum stabil, tingginya angka pengangguran, serta maraknya gaya hidup konsumtif menjadi permasalahan yang tidak bisa diabaikan.
Salah satu isu yang cukup menonjol saat ini adalah rendahnya literasi keuangan di kalangan generasi muda. Banyak dari mereka yang lebih fokus pada gaya hidup instan dan mengikuti tren di media sosial, dibandingkan mempersiapkan masa depan.
Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, bahkan tidak sedikit yang terjebak dalam utang atau kesulitan finansial di usia muda.
“Jika dilihat dari perspektif Pancasila, fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur bangsa belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari”
Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa; Generasi muda seharusnya memiliki kesadaran moral dan tanggung jawab dalam mengelola kehidupan, termasuk dalam hal keuangan. Sikap boros dan konsumtif jelas bertentangan dengan nilai kesederhanaan dan pengendalian diri.
Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; Generasi muda dituntut untuk bersikap bijak dan beradab dalam menggunakan teknologi. Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif seperti edukasi, pengembangan diri, dan berbagi informasi yang bermanfaat, bukan justru menjadi ajang pamer atau tekanan sosial.
Sila Ketiga, Persatuan Indonesia; Juga memiliki relevansi penting, di tengah derasnya arus informasi, generasi muda harus mampu menyaring berita dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa. Persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan pendapat di dunia digital.
Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; Generasi muda diharapkan mampu berpikir kritis dan bijak dalam mengambil keputusan.
“Termasuk dalam memilih gaya hidup, pekerjaan, maupun dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital”
Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia; Mengajarkan pentingnya keadilan dan keseimbangan dalam kehidupan. Generasi muda perlu berusaha untuk mandiri secara ekonomi, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.
Menurut saya, solusi dari permasalahan ini adalah dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter dan literasi keuangan sejak dini. Selain itu, generasi muda harus mulai mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi produktif, seperti memanfaatkan teknologi untuk berwirausaha, berinvestasi, dan mengembangkan keterampilan.
“Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, generasi muda tidak hanya mampu menghadapi tantangan zaman, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia”







