Madiun, kartanusa – Aula kampus 1 UMMAD menjadi tempat gelaran Halalbihalal Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) dengan tema; “Bersatu Dalam Imam, Berkarya Dalam Ilmu”, Selasa, 31 Maret 2026.
Hadir dalam halalbihalal tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun, Ustadz Ir. Sutomo yang juga anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMMAD.
Hadir pula sejumlah pimpinan UMMAD baik tingkat universitas hingga fakultas serta tenaga pengajar, tendik dan mahasiswa.
Halalbihalal Keluarga Besar UMMAD diisi dengan pembacaan ikrar halalbihalal yang disampaikan Plt.Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana Prasarana dan AIK, Dr. Suwardi, M.Ag
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447H, Taqoballahu minna waminkum, minal ‘aidzin walfaizin, Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, dan semoga kita kembali dalam kesucian.” Ucap Suwardi dihadapan peserta halalbihalal.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Madiun, Ustadz Ir.Sutomo mengajak civitas akademika UMMAD menggunakan halalbihalal keluarga besar UMMAD ini, untuk bersama-sama bersemangat memajukan UMMAD.
“Semangat bersama-sama. mari semua bertanggung jawab menambah mahasiswa. Jumlah mahasiswa yang banyak akan menambah kesejahteraan dosen. Mari bersama-sama tanggung jawab mencari mahasiswa.” Ujar Ustadz Sutomo.
Dalam kesempatan tersebut juga, Rektor UMMAD, Prof. Dr.Sofyan Anif, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan sabda Rasulullah mengenai faedah silaturahmi yang artinya Barangsiapa yang ingin allah melapangkan rizki maka kuncinya dua taqwa kepada Allah dan banyak bersilaturahmi.
“Inti halalbihalal itu sebenarnya silaturahmi yang didalamnya ada kesadaran masing-masing sebagai manusia yang sudah pasti berbuat kesalahan dan secara sadar saling memberikan maaf.” Terang Guru Besar bidang Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Rektor melanjutkan, meminta maaf tidak harus bulan syawal, namun setiap kita salah langsung harus minta maaf. Tetapi Allah memberi marwah berbeda. Jika kita salah lalu minta maaf itu punya satu Marwah, kalau dinilai nilanya 7 atau 8.
“Tapi Allah memberi marwah lebih tinggi kepada orang yang sanggup memaafkan orang lain sebelum orang lain itu meminta maaf. Ini nilainya 10.” Ujar Prof. Sofyan Anif.
Halalbihalal civitas akademika UMMAD ini diakhiri dengan bersalam-salaman dimulai dari pimpinan universitas kemudian dilanjutkan dengan dosen, tendik dan mahasiswa. (Humas/Joko).







