spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomePemerintahanTeliti Efek Kekurangan Mikronutrien Zinc pada Anak Usia Dini, Dosen Prodi Adminkes...

    Teliti Efek Kekurangan Mikronutrien Zinc pada Anak Usia Dini, Dosen Prodi Adminkes UMMAD Raih Pendanaan Riset Kemdiktisaintek

    Madiun, kartanusa – Dr. Eny Pemilu Kusparlina, M.Kes., dosen Prodi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) memperoleh Hibah Dana Penelitian (riset) dari Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek.

    Proposal riset yang dibuat Dr. Eny yang juga Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMMAD tersebut berjudul Determinasi Sosial Defisiensi Zinc dan Kerentanan Kesehatan Anak Usia Dini di Daerah Gizi Kurang: Kajian Sosiologi Kesehatan

    Dr. Eny mendapat hibah dana riset untuk Kategori Penelitian Kompetitif dengan skema penelitian Penelitian Fundamental Reguler.

    Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT atas amanah dan kepercayaan yang diberikan melalui pendanaan Proposal Penelitian Fundamental dari Kemendiktisaintek.” Ujar Dr. Eny.

    Lebih lanjut, Dr. Eny, mengatakan bahwa raihan hibah dana riset ini melibatkan ketekunan, kolaborasi dan dukungan berbagai pihak.

    “Semoga penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang yang saya tekuni, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.” Terang Dr. Eny.

    Dr. Eny mengungkapkan bahwa kekurangan (defisiensi) mikronutrien, khususnya zinc, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius pada anak usia dini di Indonesia, terutama di wilayah rawan gizi kurang.

    “Zinc memiliki peran esensial dalam proses pertumbuhan linear, pematangan sistem imun, fungsi enzimatik, serta perkembangan kognitif anak.” Terang Dr. Eny.

    Menurutnya, kekurangan zinc pada periode emas kehidupan (6–59 bulan) terbukti berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian stunting, diare berulang, infeksi saluran pernapasan akut.

    “Serta gangguan perkembangan anak yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.” Pungkasnya. (Humas/Joko).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here