Surabaya, kartanusa – Kuatkan konsolidasi internal organisasi pasca reorganisasi kepengurusan, Pengurus Wilayah Majelis Taklim Perempuan (MTP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) gelar Ta’aruf dan Rapat Kordinasi di Namira Syariah Hotel Surabaya, pada Ahad (17/05/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PW IPHI Jatim, KH. Imam Mawardi Ridlwan, Wakil Sekretaris, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., dan Ketua PW MTP IPHI Jatim, Nyai Hj. Imadul Ummah, M.Pd.I., Sekretaris Hj. Binti Rohmatin, S.Ag., M.AP., dan jajaran MTP IPHI Jatim lainnya.
Dalam sambutannya, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan Ta’aruf dan Rapat Kordinasi PW MTP IPHI Jatim ini.
Kiyai Imam, panggilan akrabnya, mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW tentang salah satu keutamaan terbesar haji mabrur adalah janji surga sebagai balasannya. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءً إِلَّا الجنَّة
Artinya :“Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: Umrah satu ke umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Menurutnya, hadis ini menegaskan bahwa haji mabrur adalah investasi spiritual yang tak tertandingi. Surga menjadi balasan eksklusif bagi mereka yang melaksanakan haji dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan.
Selanjutnya, Kiyai Imam juga menjelaskan tentang makna kata mabrur (مَبْرُور) berasal dari bahasa Arab, yakni dari akar kata barra-yabiruu-birrun (بَرَّ- يَبَرُّ ) yang berarti berbuat baik. Ia juga menegaskan bahwa IPHI dibentuk untuk kebaikan dalam rangka mewujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat.
“Organisasi IPHI ini didirikan untuk kebaikan sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW tersebut, sehingga menjadi wadah untuk mewujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat.” Ujarnya.
Menurutnya, untuk mewujudkan kemabruran haji sepanjang hayat akan lebih mudah dilakukan secara berjamaah, karena secara individu cukup sulit dilakukan, karena berbagai hal. Oleh karena itu, Kiyai Imam juga menegaskan tentang peran penting perempuan, dalam hal ini adalah Majelis Taklim Perempuan untuk bersama menggerakkan organisasi ini.
Kiyai Imam juga menegaskan tentang tentang keluarga menjadi madrasah pertama bagi anak-anak, maka dengan hadirnya MTP IPHI memberikan perang penting perempuan dalam mendidik dan mempersiapkan generasi berakhlaq mulia ke depannya.

Pentingnya Penguatan Konsolidasi Organisasi
Kiyai Imam kemudian menjelaskan bahwa Surat Keputusan (SK) kepengurusan PW MTP IPHI Jatim adalah lanjutan, sampai 2026 mengikuti kepengurusan PW IPHI Jatim.
“InsyaAllah akan dilanjutkan dan dibahas dalam forum Musyawarah Wilayah (Musywil) IPHI Jawa Timur.” Tegasnya.
Ia kemudian menjelaskan tentang beberapa program yang mestinya bisa dikolaborasikan, sehingga menghasilkan program yang luar biasa dan bermanfaat untuk kemaslahatan anggota dan pengurus IPHI, yakni:
Pertama, Koperasi Digital: Digitalisasi Koperasi harus dilakukan dengan melibatkan generasi muda, sehingga IPHI semakin baik dan bermanfaat bagi ummat
“Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis PW IPHI Jawa Timur adalah Dr. Fahmi, siap membantu. Kita tinggal menyiapkan peserta dan dikirim ketempat pelatihannya beliau atau di kantor PW IPHI Jatim.” Ungkapnya.
Kedua, Sertifikat Pembimbing Haji Profesional: Program ini penting bagi pengurus IPHI dan MTP, selain bisa untuk mengikuti seleksi petugas haji, juga untuk melaksanakan pembinaan calon jama’ah haji sebelum berangkat, sehingga tujuan mewujudkan Haji Mabrur Sepanjang Hayat dapat tercapai.
“Kalau bisa, kita mendata calon jama’ah haji di masing-masing daerah, kemudian 2 tahun sebelum berangkat dibimbing secara matang oleh MTP IPHI, sehingga bisa mewujudkan kemabruran haji, sebab kemabruran haji tidak bisa instan.” Tegasnya.
“MTP segera dipersiapkan, satu daerah 2 utusan, 1 IPHI dan 1 MTP IPHI. IPHI sudah melaksanakan sertifikasi ini dua kali, untuk edisi ketiga rencana dilaksanakan di bulan Juli 2026 di Malang atau Batu.” Imbuhnya.
Ketiga, Turba Regional: Kegiatan yang dilaksanakan secara regional sehingga konsolidasi lebih maksimal. Segera akan dilaksanakan pembagian wilayah koordinasi.
Keempat, Kartu Tanda Anggota (KTA) IPHI: Dalam perjalanannya sudah dilakukan, kerjasama dengan Bank Jatim Syariah.
“InsyaAllah sudah dikoordinasikan, tinggal finalisasi saja, karena ada data yang kurang dari IPHI.” Pungkasnya. (Humas/Gus).







