spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaInspirasi Kehidupan: Jejak Pengabdian Tokoh Bangsa, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA.,...

    Inspirasi Kehidupan: Jejak Pengabdian Tokoh Bangsa, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si.

    Inspirasi Kehidupan: Jejak Pengabdian Tokoh Bangsa, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si.

    Tokoh Langka yang Kaya Solusi dengan Pendekatan Seni

    Oleh Rd. H. Holil Aksan Umarzen 

    (Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia)

    Tidak semua orang mampu bekerja dengan baik. Tidak semua orang mampu memimpin dengan bijak. Dan tidak semua orang mampu mengubah masalah menjadi peluang bagi banyak orang.

    Namun sejarah bangsa ini mencatat bahwa ada beberapa tokoh yang memiliki kemampuan langka tersebut. Salah satunya adalah Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si.

    Jejak pengabdiannya tidak hanya terbentang di satu bidang, melainkan melintasi dunia konstruksi, bisnis, politik, pemerintahan, ketenagakerjaan, seni budaya, ekonomi kerakyatan, hingga organisasi keumatan. Ia termasuk sosok yang membuktikan bahwa pengabdian tidak mengenal batas profesi maupun jabatan.

    Apa yang membedakan Erman Suparno dengan banyak tokoh lainnya adalah kemampuannya menghadapi persoalan dengan pendekatan yang tidak biasa. Ia tidak hanya mengandalkan kekuasaan atau kewenangan formal, tetapi juga menggunakan kreativitas, empati, komunikasi, dan kebudayaan sebagai instrumen penyelesaian masalah.

    “Karena itu, beliau layak disebut sebagai tokoh bangsa yang kaya solusi dengan pendekatan seni”

    Bagi Erman Suparno, seni bukan hanya pertunjukan di atas panggung. Seni adalah cara berpikir. Seni adalah kemampuan membaca situasi. Seni adalah kecerdasan menemukan akar persoalan. Seni adalah kemampuan menggerakkan orang lain menuju tujuan yang sama.

    Perjalanan kariernya dimulai dari dunia konstruksi. Dengan latar belakang pendidikan teknik dan pengalaman profesional yang panjang, beliau meniti karier dari bawah hingga dipercaya memegang berbagai jabatan strategis di perusahaan nasional. Dunia konstruksi mengajarkannya pentingnya perencanaan, ketelitian, disiplin, dan tanggung jawab.

    Dari dunia profesional, langkah pengabdiannya berlanjut ke parlemen. Sebagai anggota DPR RI, ia aktif memperjuangkan berbagai kepentingan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pembangunan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.

    Puncak pengabdiannya di pemerintahan terjadi ketika dipercaya menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia periode 2005–2009. Pada masa itulah berbagai gagasan dan kebijakan strategis di bidang ketenagakerjaan, perlindungan tenaga kerja, dan pembangunan kawasan transmigrasi dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional.

    Namun salah satu jejak pengabdian yang paling unik justru lahir di luar dunia birokrasi dan politik.

    Pada masa ketika banyak seniman tradisional kehilangan ruang berkarya dan mengalami kesulitan ekonomi, Erman Suparno melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Ketika sebagian orang melihat beban sosial, ia melihat potensi yang masih dapat dibangkitkan.

    Melalui Yayasan Samiaji, beliau menghimpun para seniman dan pelawak yang sedang menghadapi masa sulit. Dari gagasan itulah lahir Ketoprak Humor, sebuah inovasi budaya yang memadukan kesenian tradisional dengan hiburan modern.

    Apa yang semula hanya upaya membantu para seniman bertahan hidup kemudian berkembang menjadi salah satu program budaya paling populer di Indonesia. Ketoprak Humor bukan hanya menjadi tontonan yang menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi ratusan pelaku seni dan keluarganya.

    Banyak seniman yang sebelumnya kehilangan pekerjaan akhirnya kembali memperoleh kesempatan berkarya, mendapatkan penghasilan yang layak, membiayai pendidikan anak-anak mereka, bahkan mengangkat kesejahteraan keluarganya.

    “Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa seni dapat menjadi solusi ekonomi, solusi sosial, sekaligus solusi kebudayaan”

    Di sinilah terlihat keunikan cara berpikir Erman Suparno. Ia tidak sekadar menyelesaikan masalah, tetapi mengubah masalah menjadi peluang yang melahirkan manfaat lebih luas.

    Pendekatan yang sama terlihat dalam berbagai bidang pengabdiannya. Ia selalu berusaha memahami akar persoalan terlebih dahulu sebelum menawarkan jalan keluar. Baginya, masalah tidak cukup diselesaikan di permukaan. Masalah harus dipahami dari sumbernya agar solusi yang diberikan mampu bertahan dalam jangka panjang.

    Karakter itulah yang kemudian membuatnya dipercaya memimpin berbagai organisasi nasional, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

    Dalam kepemimpinannya di IPHI, beliau berupaya menempatkan organisasi bukan hanya sebagai wadah silaturahmi alumni haji, tetapi juga sebagai kekuatan moral, sosial, ekonomi, dan keumatan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Pengalaman panjangnya di dunia usaha, pemerintahan, parlemen, dan organisasi menjadi modal penting dalam membangun jejaring kerja sama yang luas demi kemaslahatan umat.

    Di balik berbagai jabatan dan prestasi yang diraihnya, terdapat satu benang merah yang selalu terlihat dalam perjalanan hidupnya, yaitu semangat untuk menghadirkan manfaat.

    Ia memahami bahwa jabatan pada akhirnya akan berakhir. Kekuasaan akan berganti. Popularitas akan memudar. Namun manfaat yang diberikan kepada orang lain akan tetap hidup dan dikenang.

    Karena itu, jika ada satu kalimat yang dapat menggambarkan perjalanan hidup H. Erman Suparno, mungkin kalimat itu adalah:

    “Menjadikan pengabdian sebagai karya, dan menjadikan setiap krisis sebagai kesempatan untuk melahirkan solusi”

    Jejak hidupnya mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kemampuan menghadirkan harapan. Bukan sekadar mengelola organisasi, melainkan menggerakkan manusia. Bukan sekadar menyelesaikan masalah, melainkan menemukan akar masalah dan mengubahnya menjadi jalan kemajuan.

    Di tengah kehidupan bangsa yang semakin kompleks, sosok seperti H. Erman Suparno menjadi pengingat bahwa kecerdasan, pengalaman, kreativitas, dan keikhlasan dapat berpadu menjadi kekuatan besar untuk membangun masyarakat, umat, dan bangsa.

    Itulah sebabnya, beliau layak dikenang sebagai salah satu tokoh bangsa yang kaya solusi dengan pendekatan seni—seni dalam berpikir, seni dalam bekerja, seni dalam memimpin, dan seni dalam mengabdi.

    Selamat melanjutkan pengabdian, Pak Haji Erman Suparno. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah, melapangkan setiap urusan, serta menjadikan seluruh karya dan pengabdian sebagai cahaya yang menerangi perjalanan umat, bangsa, dan generasi yang akan datang, Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

    “Barakallahu fi umrikum wa fi khidmatikum lil ummah wal wathan. Semoga Allah memberkahi usia dan pengabdian beliau untuk umat dan bangsa sepanjang Hayat”

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here