spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaWorkshop tvMu Jatim 1: Pentingnya Memperkuat Branding Institusi Pendidikan

    Workshop tvMu Jatim 1: Pentingnya Memperkuat Branding Institusi Pendidikan

    Surabaya, kartanusa – Dalam upaya mendorong sekolah-sekolah untuk mampu memproduksi tayangan media yang berkualitas dan layak siar, Workshop tvMu Jatim 1 sukses diselenggarakan di Gedung The Millenium Building (TMB) Sekolah  Teladan Nasional SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya. Rabu (22/07/2026).

    Pelatihan ini mengusung target ganda: memperkuat branding institusi pendidikan sekaligus mencetak karya audio visual yang siap ditayangkan di layar kaca tvMu Jatim 1.

    Dalam kesempatan tersebut, Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya ikut berpartisipasi mengirimkan utusannya, yakni: Ustadz M. Hadi Sahputra, ST., MT., Humas Spemma Pucang Surabaya.

    “Membuat program televisi berdurasi 15 menit tentu tidak bisa sekadar asal rekam. Dalam pelatihan ini, para perwakilan sekolah diajak membedah proses produksi dari hulu ke hilir.” Ujarnya.

    Tahap pertama, lanjut Ustadz Hadi, panggilan akrabnya, dimulai dari fase developing atau pengembangan ide. Ia juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga mengusung tema besar pendidikan, dimana peserta dilatih untuk merumuskan konsep tayangan yang tepat sasaran dengan fokus audiens utama yakni siswa dan orang tua.

    “Di tahap awal ini, riset mengenai fasilitas dan potensi sekolah menjadi sangat krusial. Tujuannya, agar setiap sekolah bisa memetakan Unique Selling Point (USP) masing-masing, yang kemudian dikemas dalam balutan visual yang sinematik.” Ungkapnya.

    Setelah ide dasar matang, lanjutnya, materi berlanjut ke tahap perencanaan program (program planning). Ide-ide tersebut kemudian diubah menjadi sebuah konsep tayangan dokumenter yang utuh. Agar tidak terkesan kaku bagi pemirsa tvMu Jatim 1, pendekatan penceritaan yang dipilih adalah gaya visual sinematik dengan tone yang santai.

    Ustadz Hadi juga mengatakan bahwa peserta diajarkan bagaimana merangkai alur cerita secara terstruktur. Sebuah tayangan harus memiliki opening yang memikat, dilanjutkan dengan pengenalan profil sekolah, sorotan kegiatan dan fasilitas, serta penyisipan testimoni untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.

    “Rangkaian ini kemudian diakhiri dengan penutup (closing) yang berkesan.” Katanya.

    Namun, konsep penceritaan yang bagus tentu harus didukung dengan eksekusi lapangan yang matang. Oleh karena itu, workshop ini sangat menekankan pentingnya manajemen praproduksi, khususnya pembuatan naskah (script) dan penyusunan rundown acara. Perencanaan ini akan memastikan proses syuting di lapangan berjalan efektif dan efisien.

    Mengingat output akhir dari program ini akan ditayangkan secara profesional di tvMu Jatim 1, pemahaman standar teknis penyiaran menjadi materi wajib. Para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai variasi sudut pengambilan gambar (shot), tata cahaya, hingga teknik perekaman audio yang jernih.

    “Tak ketinggalan, peserta juga dibekali prosedur teknis terkait cara pengiriman hasil liputan ke meja redaksi.” Pungkasnya.

    Melalui Workshop tvMu Jatim 1 ini, sekolah-sekolah diharapkan tak lagi sekadar menjadi penikmat informasi. Mereka kini didorong untuk naik kelas menjadi produsen media aktif yang mampu menyajikan tayangan berkualitas tinggi, mengedukasi, sekaligus menjadi ujung tombak branding sekolah yang kuat. (Hadi).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here