Batu, kartanusa — Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tinggi kepada Pengurus Wilayah IPHI Jawa Timur yang selama ini telah menjadi salah satu motor penggerak utama bagi organisasi IPHI secara nasional.
Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan suksesnya berbagai program strategis organisasi, di antaranya pelaksanaan Sertifikasi Pembimbing Haji Profesional Edisi ke-3.
“Program ini merupakan wujud nyata kontribusi dan peran aktif IPHI dalam mendukung kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umroh yang lebih baik, melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Haji serta UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.” Tutur Ketum PP IPHI, Dr. Ir. Erman Suparno, MBA., M.Si., saat memberikan sambutan pada pembubaran panitia pelaksana Sertifikasi Pembimbing Haji Profesional edisi 3 di Hotel Grand Dream Cita Mandiri Syari’ah, Kota Batu. Kamis (24/09/2026).
Dinamika Organisasi dan Esensi Kepemimpinan
Dalam arahannya, Dr. Erman Ketum PP IPHI juga mengingatkan bahwa menemui berbagai tantangan atau “batu sandungan” dalam berkhidmat merupakan hal yang biasa dan wujud dari dinamika organisasi yang sehat.
Lebih lanjut, beliau menjabarkan tiga aspek penting terkait hakikat kepemimpinan dan kekuasaan, yaitu:
Pertama, Berkuasa: Kekuasaan yang dimiliki harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama.
Kedua, Membuat Kesempatan: Pemimpin yang baik senantiasa menciptakan peluang dan jalan kebaikan bagi orang banyak.
Ketiga, Lemahnya Iman: Pengingat agar senantiasa mawas diri, karena kerapuhan integritas dan lemahnya iman dapat menjadi titik nadir seorang pemimpin.
“Ingatkan bahwa jabatan dan kekuasaan adalah amanah, maka jalankan dengan baik sehingga memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.” Pesan Ketum PP IPHI, Dr. Erman.
Pandangan Pengelolaan Anggaran Negara untuk Kesejahteraan Rakyat
Selain membahas konsolidasi organisasi, Ketum PP IPHI juga menyoroti pentingnya tata kelola keuangan negara yang berpihak kepada rakyat. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jikalau dikelola dengan baik dan transparan, diyakini akan mampu membawa rakyat Indonesia pada tingkat kesejahteraan yang dicita-citakan.
“Dengan pengelolaan anggaran yang optimal, berbagai hak dasar masyarakat dapat terwujud, mulai dari pendidikan gratis, pemenuhan perumahan rakyat yang layak, hingga tercapainya standar pendapatan masyarakat yang sejahtera.” Tandasnya. (Humas/Gus).








