spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaWakil Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo, Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Program Sepenuh Hati 

    Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo, Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Program Sepenuh Hati 

    Surabaya, kartanusa – Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.I., membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya tahun pelajaran 2026-2027, yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Jum’at (06/02/2026).

    Kegiatan tersebut berlangsung di Aula The Islamic Building (TIB) Kampung  1 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, dengan tema; “Sinergi dan Inovasi untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran dan Layanan Sekolah Unggul Berkemajuan”.

    Selain Wakil Ketua PCM Wonokromo, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.I., hadir juga Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Ustadzah Luluk Humaida, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya.

    “Raker menjadi momen penting untuk ajang evaluasi sekaligus merancang kegiatan pembelajaran satu tahun kedepan.” Ujarnya Ustadzah Luluk Humaida, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa merujuk pada Firman Allah SWT dalam surat Al-Hasyir ayat 18, dimana orang bertaqwa harus melakukan evaluasi diri untuk menyiapkan bekal dimasa mendatang.

    “Melalui raker ini, kami berharap nantinya tersusun kurikulum dan model pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang sudah menjadi dasar atau ciri khas bagi Sekolah Muhammadiyah, sehingga akan memunculkan generasi yang berkarakter dan berakhlakul karimah.” Tegasnya.

    Satu hal yang terpenting, lanjut Ustadzah Luluk, panggilan akrabnya, sebaik apapun kurikulumnya jika tidak dibarengi ngajar dengan hati, hasilnya akan tidak maksimal.

    “Sebaliknya kurikulum yang biasa saja, namun cara penyampaiannya dengan hati, InsyaAllah akan mengena. Dan jika kurikulum atau model pembelajaran yang sudah dirancang dengan sedemikian rupa, kemudian cara penyampaiannya dengan sepenuh hati, InsyAllah hasilnya akan sangat membanggakan, mungkin tidak bisa kita nikmati di hari ini tapi catatan sejarah akan abadi.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here