Surabaya, kartanusa – Di tengah pesatnya arus informasi dan tantangan di ruang siber, Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya menggelar kegiatan edukasi bertajuk; “Smart Digital Teens”, yang berlangsung di lingkungan sekolah. Rabu (10/06/2026).
Kegiatan yang mengusung tema; “Bijak Bermedia: Mulia Akhlaknya, Sehat Jiwanya”, ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kecerdasan digital yang berlandaskan nilai-nilai islami dan kesehatan mental.
Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Ustadz Syafi’ur Rahman, S.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya menanamkan fondasi etika bagi para siswa dalam berinteraksi di dunia maya.
“Di era digital, literasi digital menjadi kebutuhan dasar bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kecerdasan digital harus berjalan seiring dengan etika, disiplin, dan tanggung jawab.” Ujar Ustadz Syafi’ur Rahman, S.T.
Acara ini menghadirkan Ustadz M. Hanifuddin Hakim, S.T., M.T., seorang dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) yang juga anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, narasumber menyoroti berbagai risiko siber yang mengintai remaja, mulai dari kecanduan game online, perundungan siber (cyberbullying), hingga bahaya konten negatif seperti judi online dan hoaks.
Siswa diajak untuk menjadi Smart Digital Teens, yang mencakup kemampuan untuk Safe (aman), Manage (mengelola waktu), memiliki Akhlak dalam bermedia, Responsible (bertanggung jawab), serta Think (berpikir kritis sebelum membagikan konten).
Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Hal ini dilakukan untuk memastikan peserta didik memahami pentingnya regulasi dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi generasi penerus bangsa.
Kegiatan edukasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya dan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, yang melibatkan fasilitator dari mahasiswa untuk mendampingi peserta didik dalam proses Project Based Learning.
Sebagai bentuk komitmen nyata, para peserta didik mendeklarasikan komitmen Smart Digital Teens untuk mulai mengurangi screen time, tidak melakukan perundungan, tidak menyebarkan hoaks, menjaga akhlak di media sosial, menjaga kesehatan mental, serta menggunakan teknologi untuk kebaikan. (Siwor).







