Gresik, kartanusa – Majelis Tabligh (MT) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik sukses menggelar Diklat Mubaligh Muda Muhammadiyah Ke-2 yang berlangsung di Perguruan Muhammadiyah Mojopetung, Dukun, pada Jum’at hingga Ahad, 10–12 Juli 2026.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua PDM Gresik, Ustadz Dr. H. Muhammad Thoha Mashun, M.Pd.I, M.Hes. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa diklat ini bukan sekadar pelatihan retorika, melainkan ikhtiar melahirkan kader dakwah.
“Diklat ini bukan sekadar pelatihan retorika, melainkan ikhtiar melahirkan kader dakwah yang faqih fiddin, berakhlak, melek digital, dan setia pada Manhaj Muhammadiyah. Mengutip pesan KH. Ahmad Dahlan; ‘Jadilah ulama yang intelek, dan jadilah intelek yang ulama”. Ujarnya.
Senada, dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PDM Gresik, Ustadz H. Anas Thohir, S.Ag., M.Pd.I., mengingatkan bahwa seorang mubaligh harus memiliki mental tangguh dan aqidah yang kokoh. Menurutnya, dakwah bukan sekadar kemampuan berbicara di atas mimbar, tetapi keteladanan dalam kehidupan.
“Dakwah bukan sekadar kemampuan berbicara di atas mimbar, melainkan amanah besar yang menuntut keselarasan antara ilmu, perilaku, dan keteladanan agar dapat menyentuh hati umat.” Tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukun, Ustadz Afifuddin Aminin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di wilayahnya. Ia juga menegaskan pentingnya dakwah yang dilakukan dengan hikmah dan pelajaran yang baik.
“Pentingnya dakwah yang dilakukan dengan hikmah dan pelajaran yang baik, sebagaimana prinsip dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan menggembirakan.” Tandasnya.
Saat ini, rangkaian kegiatan tengah berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui diklat ini, diharapkan lahir generasi mubaligh muda yang berintegritas, mampu membaca realitas zaman, serta siap menebarkan Islam yang wasathiyah di masyarakat luas, baik di ranting, cabang, hingga ruang-ruang digital. (M-Jamal).







