Rembang, kartanusa – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf yang sering dipanggil Gus Yahya, menekankan urgensi peningkatan kualitas kader di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Gus Yahya dalam arahannya di hadapan para peserta Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan II PCNU Kabupaten Rembang. Dilansir dari laman resmi media sosial TVNU pada Sabtu (18/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pollos Hotel, Rembang, sejak Rabu-Sabtu, 15 Juli hingga 18 Juli 2026 ini, diikuti oleh 42 kader terpilih dari lingkungan PCNU Kabupaten Rembang.
Dalam arahannya, Gus Yahya secara khusus menyoroti pentingnya memahami filosofi dasar pendirian organisasi. Ia kembali mengingatkan para peserta mengenai pesan mendalam dari Muassis (pendiri) NU, Hadratussyekh KH Hasyim As’ari, yang tertuang dalam Muqoddimah Qonun Asasi.
Lebih lanjut, Gus Yahya menjelaskan bahwa kader NU harus memahami kriteria dan tujuan mengapa seseorang dipanggil untuk bergabung dalam Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, pemahaman ini menjadi kunci utama agar setiap kader memiliki dedikasi dan orientasi yang searah dengan cita-cita besar para pendiri organisasi.
“Kualitas kader bukan sekadar soal administratif, melainkan soal pemahaman mendalam terhadap visi jam’iyyah dan kesiapan dalam menghadapi tantangan NU ke depan yang semakin dinamis.” Ujar Gus Yahya di hadapan peserta.
Pelaksanaan PMKNU Angkatan II ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin kader yang tidak hanya loyal, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial dan intelektual yang mumpuni dalam menjalankan roda organisasi di tingkat cabang maupun ranting.
Dengan berakhirnya kegiatan pada hari ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu kepemimpinan serta semangat Muqoddimah Qonun Asasi yang telah dipelajari dalam mengabdi di lingkungan PCNU Kabupaten Rembang, demi kemaslahatan umat dan penguatan jam’iyyah ke depan. (Humas/Gus).








