spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaKader Ulama Masjid Istiqlal Harus Miliki 5 Kualitas Hadapi Kompleksitas Zaman dan...

    Kader Ulama Masjid Istiqlal Harus Miliki 5 Kualitas Hadapi Kompleksitas Zaman dan “Setan Gepeng”

    Jakarta, kartanusa— Tantangan tugas ulama di masa depan dinilai semakin kompleks dan berat. Di tengah arus perubahan zaman serta maraknya distorsi informasi yang bersumber dari gawai atau yang kerap diistilahkan sebagai “setan gepeng”, kader ulama dituntut untuk tampil lebih tangguh dan waspada. Dilansir dari laman resmi media sosial pribadi milik KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia RI periode 2019-2024 pada Jum’at (25/09/2026).

    Pesan tersebut disampaikan dalam acara Wisuda Pengukuhan Kader Ulama Masjid Istiqlal ke-III yang berlangsung khidmat di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan orasi ilmiah bertemakan; “Peran Ulama dalam Mewujudkan Kemashahatan Umum, Negara, dan Global”.

    “Para kader ulama wajib memiliki kekebalan spiritual, kedalaman ilmu, ketangguhan, kepekaan, serta keikhlasan yang tinggi. Bekal ini mutlak diperlukan guna menghadapi berbagai upaya pembelokan serta penyesatan informasi yang dinilai terstruktur dan masif.” Tutur KH. Ma’ruf Amin.

    Lima Kualitas Utama Kader Ulama

    Menurutnya, untuk menjawab tantangan zaman yang kian dinamis, seorang kader ulama harus menempa diri dengan lima kualitas utama, yaitu:

    Pertama, Ilmu Pengetahuan yang Luas dan Berkualitas: Memiliki wawasan keilmuan yang mumpuni dan mendalam.

    Kedua, Pemahaman Situasi dan Kondisi: Cerdas membaca situasi riil di tengah masyarakat dalam menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

    Ketiga, Peka dan Memiliki Bashira (Al-Yaqarah wal-Bashira): Mampu membedakan secara tajam antara arus kebenaran dan kebatilan.

    Keempat, Tangguh dan Tahan Uji (As-Tabat wal Man-Na’ah): Memiliki ketahanan (resilience) yang kokoh dalam menghadapi berbagai upaya pembelokan maupun penyesatan pemikiran.

    Kelima, Ikhlas dalam Berjuang: Niat yang tulus semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT dan demi kemuliaan Islam.

    Dua Tugas Pokok Ulama

    Lebih lanjut, KH. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa peran strategis ulama ke depan difokuskan pada dua tanggung jawab besar, yakni:

    Pertama, Himayatun Ummah wa Wiqayatun Ummah, yakni menjaga dan melindungi umat dari berbagai potensi pembelokan akidah maupun pemikiran.

    Kedua, Al-Islah wal-I’adah, yaitu melakukan perbaikan serta merangkul dan mengembalikan mereka yang telanjur terpengaruh oleh arus pemikiran yang menyimpang.

    Melalui pengukuhan kader ulama ini, diharapkan lahir generasi penerus dakwah yang siap menghadirkan kemaslahatan tidak hanya bagi umat dan negara, tetapi juga di kancah global. (Humas/Gus).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here