Surabaya, kartanusa— Semangat kolaborasi dan inovasi pendidikan tampak berdenyut di lingkungan Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya pada Rabu, 23 September 2026. Sekolah unggulan ini sukses menggelar rangkaian kegiatan strategis yang mencakup sosialisasi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2027/2028 serta sesi giat hipnoterapi yang inspiratif.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda kunjungan “Field Trip Go to Sekolah Mitra”, ini dirancang untuk memperkuat sinergi antarinstitusi pendidikan sekaligus memberikan pembekalan mental dan motivasi positif bagi para peserta didik maupun tenaga pendidik yang hadir.
Sinergi dan Antusiasme Tinggi
Acara dimulai dengan paparan program unggulan sekolah dalam rangka sosialisasi SPMB 2027/2028. Kali ini mitra yang dikunjungi adalah SD Muhammadiyah 26 Surabaya dengan menyampaikan ragam keunggulan kurikulum, fasilitas modern, serta rekam jejak prestasi yang telah ditorehkan oleh Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Miftahul Khoir, S.Pd., Kepala Urusan (Kaur) Humas Spemma Pucang Surabaya menyampaikan bahwa antusiasme terlihat jelas dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi interaktif mengenai arah pembentukan karakter peserta didik di masa depan.
“Semoga ikhtiar dan presentasi hari ini membawa banyak manfaat, kesuksesan, serta keberkahan bagi kelancaran SPMB tahun ajaran 2027/2028 mendatang, Amiin ya Rabbal ‘alamin.” Tuturnya Ustadz Choi, panggilan akrabnya.

Giat Hipnoterapi untuk Ketahanan Mental
Sebagai puncak acara yang paling dinantikan, sesi hipnoterapi diselenggarakan untuk membimbing peserta dalam mengelola potensi diri, mengurangi stres, serta menanamkan motivasi belajar yang kuat.
“Pendekatan psikologis ini mendapat sambutan hangat karena dinilai sangat efektif dalam membangun ketahanan mental dan fokus positif bagi anak-anak maupun pendamping.” Pungkasnya.
Melalui kegiatan field trip dan sosialisasi ini, Spemma Pucang Surabaya kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembangunan kesehatan mental, spiritual, dan sinergi luas demi mencetak generasi bangsa yang unggul dan berkemajuan. (Humas/Gus).









