spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaReuni Hangat di IKN: Muhadjir Effendy Nostalgia dan Jamming Bareng Basuki Hadimulyono

    Reuni Hangat di IKN: Muhadjir Effendy Nostalgia dan Jamming Bareng Basuki Hadimulyono

    Nusantara, kartanusa — Momen hangat dan penuh keharuan mewarnai pertemuan antara Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimulyono, di IKN, Kalimantan Timur. Dalam rilisnya Senin (28/09/2026).

    Pertemuan dua sahabat karib yang pernah berjuang bersama di Kabinet Kerja (2014–2019) dan Kabinet Indonesia Maju (2019–2024) ini menjadi ajang nostalgia atas dedikasi serta kerja sama erat mereka selama satu dekade terakhir.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Muhadjir mengenang intensitas kolaborasi mereka saat dirinya menjabat Menko PMK dan Pak Bas—sapaan akrab Basuki Hadimulyono—menjabat Menteri PUPR. Menurutnya, dirinya kerap kali bahu-membahu dalam berbagai agenda strategis nasional.

    “Mulai dari penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, percepatan penanggulangan stunting dan kemiskinan ekstrem, hingga koordinasi penanganan arus mudik Lebaran dan Tahun Baru.” Tutur Prof. Muhadjir, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini.

    Dalam kunjungan kerjanya kali ini di Nusantara, Prof. Muhadjir Effendy mendapat amanah untuk menjadi khatib pada pelaksanaan salat Jumat di Masjid IKN. Tak hanya agenda keagamaan dan peninjauan, suasana keakraban berlanjut lewat sesi hiburan. Ia mengatakan bahwa jika sebelumnya dirinya kerap tampil bersama dalam grup musik menteri “Elek Yo Band”, kali ini bersama grup band baru “Apik Yoben”.

    “Jika sebelumnya tampil bersama dalam grup musik menteri “Elek Yo Band”, kali ini diajak menjajal kebolehan bersama grup band baru bentukan Pak Bas, “Apik Yoben”. Ungkapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Muhadjir menyanyikan dua tematik lagu legendaris, yakni Stuck On You milik Lionel Richie serta lagu tembang kenangan Right Here Waiting dari Richard Marx. Sementara itu, Pak Bas tetap memegang posisi “bos” yang tak tergantikan di atas panggung: sebagai pemukul drum yang penuh semangat.

    Momen kebersamaan ini tidak hanya mempererat jalinan silaturahmi antar-pejabat publik, tetapi juga menunjukkan semangat optimisme dan kekeluargaan dalam mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara. (Humas/Gus).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here