Tasikmalaya, kartanusa — Pelantikan Forum Musyawarah Ulama (Formula) se-Tasikmalaya Raya, Jawa Barat, menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis ulama di tengah era post-truth (zamanul iltibas). Dilansir dari laman resmi media sosial pribadi milik KH. Ma’ruf Amin pada Senin (28/09/2026).
Dalam kesempatan tersebut, KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) periode 2014-2019, mengingatkan para ulama akan amanah besar yang dipikul sebagai pewaris risalah kenabian, yakni Mitsaq Rabbani (perjanjian ilahiyah).
“Amanah ini menuntut ulama untuk menjalankan da’wah ila manhajillah, mengajak umat ke jalan Allah, menjaga kebenaran, membimbing masyarakat, serta meluruskan berbagai bentuk penyimpangan dan pembelokan (inhirafat).” Tutur KH. Ma’ruf Amin.
Lebih lanjut, KH. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Mitsaq Rabbani tidak bertentangan dengan Mitsaq Watani (konsensus kebangsaan) dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Menurutnya, keduanya justru saling menguatkan: agama memberikan nilai, arah, serta tuntunan moral, sedangkan negara menjadi ruang pengabdian untuk menghadirkan kemaslahatan, keadilan, dan kedamaian.
“Di tengah derasnya disrupsi informasi, arus media sosial, dan provokasi yang kabur antara benar dan salah, ulama dituntut untuk tidak diam. Syariah Islam pada hakikatnya dibangun di atas prinsip keadilan, rahmat, maslahat, dan hikmah.” Tandasnya.
KH. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa segala sesuatu yang melahirkan kezaliman, permusuhan, dan kerusakan tidak dapat dikategorikan sebagai syariah, meski menggunakan nama syariah.
Selain tantangan zaman, tambahnya, bahaya terbesar bagi orang berilmu adalah ghalabatul hawa—ketika hawa nafsu mengalahkan ilmu.
“Oleh karena itu, para ulama, calon ulama, dan santri diharapkan memiliki kepekaan membaca zaman, wawasan yang tajam, serta ketangguhan (resilience) dalam menghadapi tekanan.” Pungkas KH. Ma’ruf Amin.
Melalui pelantikan pengurus Formula se-Tasikmalaya Raya ini, diharapkan para kiai, santri, dan pesantren terus diberikan kekuatan untuk menjaga arah umat dan masa depan bangsa dengan ilmu, hikmah, serta keteguhan hati. (Humas/Gus).









