Surabaya, kartanusa — Semangat demokrasi dan regenerasi kepemimpinan terasa kental di lingkungan SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya (Spemlibels). Sekolah ini sukses menggelar agenda Musyawarah Ranting (Musyran) sekaligus Debat Kandidat Calon Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM), Rabu (14/10/2026).
Mengusung tema besar; “Restorasi Kepemimpinan Pelajar Berfondasikan Nilai Islam-Kemuhammadiyahan, Berdaya Adaptif Serta Bertaut Kolaboratif”, kegiatan ini dirancang untuk melatih karakter demokratis sekaligus mencetak bibit-bibit pemimpin muda yang progresif.
Pesan Kepala Sekolah dan Kesiswaan: Pentingnya Moral dan Adaptasi
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Ustad Banjar, SS., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa seorang pemimpin muda Muhammadiyah wajib memiliki fondasi akhlak dan ideologi yang kokoh.
“Seorang pemimpin di era modern tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki pijakan moral yang kuat. Jadikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai kompas utama dalam memimpin.” Tutur Ustad Banjar di hadapan para siswa.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Urusan (Kaur) Kesiswaan, Mr. Eko Setiawan, menyoroti pentingnya kelincahan dan kemampuan beradaptasi di tengah era disrupsi.
“Kalian adalah generasi penerus. Jadilah pemimpin yang lincah, berdaya adaptif, dan tanggap terhadap perubahan, serta jangan ragu untuk bertaut kolaboratif demi memajukan sekolah tercinta.” Tegas Mr. Eko.
Puncak Acara: Adu Gagasan Dinamis dan Harapan Pembina IPM
Suasana kian memanas sekaligus menarik pada sesi puncak, yakni debat kandidat. Para calon ketua saling beradu gagasan secara kritis, memaparkan visi, serta misi terbaik mereka di hadapan para pemilih.
Menanggapi jalannya proses demokrasi ini, Pembina IPM SMP Muhammadiyah 15 Boarding School, Mr. Wildan Alif Nurizudin, menaruh harapan besar terhadap regenerasi kepengurusan kali ini.
“Melalui forum Musyran dan debat ini, saya berharap kita tidak sekadar memilih figur ketua, tetapi melahirkan sosok inisiator perubahan. Siapapun yang diamanahi tanggung jawab nanti, semoga bisa mewujudkan restorasi kepemimpinan yang sesungguhnya.” Ungkapnya.
Melalui rangkaian Musyran ini, tradisi kritis, dinamis, and progresif khas Ikatan Pelajar Muhammadiyah terus dirawat. Kepengurusan yang baru kelak diharapkan mampu mewujudkan pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (Didik Hermawan).









