Surabaya, kartanusa – Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, mengucapkan selamat kepada Dr. Arin Setiyowati, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), yang terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur periode 2026–2030.
Arin, panggilan akrabnya, terpilih dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo). Dalam pemilihan tersebut, Arin meraih suara tertinggi.
Fathurrahim Syuhadi menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru PWNA Jawa Timur dapat memperkuat sinergi dengan Hizbul Wathan, khususnya dalam pembinaan generasi muda, penguatan karakter, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Selamat dan sukses kepada Dr. Arin Setiyowati atas amanah yang diberikan untuk memimpin Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur periode 2026–2030. Semoga mampu membawa Nasyiatul Aisyiyah semakin maju, berkemajuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, serta persyarikatan Muhammadiyah.” Ujarnya.
Menurut Fathurrahim Syuhadi, sinergi antara Nasyiatul Aisyiyah dan Hizbul Wathan memiliki potensi besar dalam membangun generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial.
Kedua organisasi memiliki ruang pengabdian yang saling melengkapi, terutama dalam membangun kader muda Muhammadiyah yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan semangat berkemajuan.
Ia juga menilai, pengalaman Arin sebagai Sekretaris Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menjadi bekal penting dalam menjalankan kepemimpinan di PWNA Jatim. Pengalaman tersebut berkaitan erat dengan perkaderan, pengembangan kapasitas kader, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penulis buku Satu Tangan Seribu Harapan ini berharap, di bawah kepemimpinan Arin, Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur semakin aktif membangun kolaborasi lintas organisasi otonom Muhammadiyah, termasuk dengan Hizbul Wathan, dalam menyiapkan generasi penerus yang tangguh dan berkemajuan.
“Semoga amanah ini menjadi jalan pengabdian untuk memperkuat perkaderan, memperluas kolaborasi, dan melahirkan generasi muda yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akhlak, serta siap berkontribusi bagi masa depan bangsa.” Pungkasnya. (FRS).









