spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaDari 500 Peserta, Siswa SMK MUDISA Tembus Final Coding Isyouth 2026! Inovasinya...

    Dari 500 Peserta, Siswa SMK MUDISA Tembus Final Coding Isyouth 2026! Inovasinya Angkat Isu Kesehatan Mental

    Surabaya, kartanusa– Kabar membanggakan kembali datang dari SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA). Di tengah ketatnya persaingan ratusan peserta, dua siswa SMK MUDISA berhasil lolos seleksi dan terpilih mengikuti babak final Coding iSYOUTH 2026, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

    Berdasarkan pengumuman hasil seleksi peserta Coding iSYOUTH 2026 untuk mengikuti kegiatan offline jenjang SMA, nama siswa SMK MUDISA tercantum di antara peserta terpilih. Dari sekitar 500 peserta yang mengikuti proses seleksi, keberhasilan ini menjadi langkah membanggakan bagi siswa SMK MUDISA untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas di bidang teknologi.

    Kegiatan final diselenggarakan pada Minggu (25/10/2026) di Aloft Hotel Pakuwon City, Lantai 9, Surabaya, dalam rangkaian World Mental Health Day iSYOUTH 2026.

    Dua Siswa MUDISA Buktikan Kemampuan Coding

    Dua siswa SMK MUDISA yang berhasil lolos seleksi adalah Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin. Keduanya tercatat dalam pengumuman resmi peserta terpilih Coding iSYOUTH 2026 dengan asal sekolah SMK Muhammadiyah 1 Surabaya.

    Keberhasilan ini bukan sekadar tentang lolosnya siswa ke babak final. Lebih dari itu, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa siswa sekolah kejuruan memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan kemampuan teknologi, berkompetisi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat.

    Bukan Sekadar Coding, Mereka Angkat Isu Kesehatan Mental

    Ada hal menarik dari karya yang dikembangkan para siswa SMK MUDISA. Mereka membuat aplikasi berbasis bahasa pemrograman Python berjudul; “Membangun Resiliensi Kesehatan Mental dan Dukungan Sebaya untuk Pelajar SMK MUDISA.”

    Melalui karya ini, siswa berupaya menghubungkan kemampuan pemrograman dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, yaitu pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun ketangguhan diri, dan memberikan dukungan kepada teman sebaya.

    Inovasi tersebut memperlihatkan bahwa keterampilan coding tidak hanya digunakan untuk menciptakan teknologi, tetapi juga dapat diarahkan untuk membangun kepedulian sosial.

    Guru Pembimbing Apresiasi Perjuangan Siswa

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Gani Nur Utomo, selaku guru pembimbing, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para siswa hingga berhasil lolos ke babak final.

    “Saya sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak hingga babak final. Mereka berlatih sungguh-sungguh dan pantang menyerah.” Jelasnya.

    Perjalanan menuju final menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah melalui teknologi.

    Kepala Sekolah: Semoga Bisa Meraih Juara 1

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala SMK MUDISA, Ustadz Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan kedua siswa tersebut.

    “Alhamdulillah, saya bersyukur dan bangga. Dari sekitar 500 peserta, anak-anak SMK MUDISA berhasil lolos seleksi hingga masuk final. Ini menunjukkan bahwa dengan semangat tinggi, keuletan, ketelitian, serta kemampuan coding dan pemahaman teknologi, siswa kita mampu bersaing dan menunjukkan potensinya.” Ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus belajar, berani mencoba, dan tidak takut berkompetisi.

    “Kami mendoakan semoga Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin bisa memberikan penampilan terbaik dan meraih juara pertama. Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMK MUDISA untuk terus berkarya dan berprestasi.” Tambahnya.

    SMK MUDISA, Sekolah Vokasi yang Berani Bersaing

    Keberhasilan menembus final Coding iSYOUTH 2026 semakin memperkuat semangat SMK MUDISA untuk mencetak generasi yang berakhlak karimah, kompeten, mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Pendidikan vokasi tidak hanya mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis, berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

    Kini, Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin membawa harapan besar untuk memberikan hasil terbaik bagi sekolah. Dari sekitar 500 peserta, dua siswa SMK MUDISA berhasil menembus final, sebuah langkah membanggakan yang membuktikan bahwa siswa SMK juga mampu berprestasi dan bersaing melalui inovasi teknologi.

    “SMK MUDISA, bukan hanya siap kerja, tetapi siap berinovasi dan mendunia. Mohon doa dan dukungan agar kedua siswa kebanggaan SMK MUDISA dapat meraih prestasi terbaik di babak final Coding iSYOUTH 2026.” Pungkasnya. (Irv).

    iklanupdate
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here