spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaTingkatkan Sinergitas BNN dan PB Al Washliyah Hadapi Peningkatan Prevalensi Narkoba

    Tingkatkan Sinergitas BNN dan PB Al Washliyah Hadapi Peningkatan Prevalensi Narkoba

    Jakarta, kartanusa – Tingkatkan sinergitas, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI), Suyudi Ario Seto, menerima audiensi dari Pengurus Besar (PB) Al Washliyah di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kolaborasi strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Dilansir dari laman resmi media sosial Biro Humas dan Protokol BNN RI pada Jum’at (09/02/2026).

    Hadir dalam audiensi tersebut jajaran pejabat tinggi madya BNN RI, termasuk Deputi Pencegahan, Deputi Rehabilitasi, Deputi Hukum dan Kerja Sama, Plt. Deputi Pemberantasan, Plt. Deputi Peran Serta Masyarakat, serta Kepala Biro Humas dan Protokol.

    Sementara itu, Ketua Umum PB Al Washliyah didampingi oleh jajaran pengurus bidang hukum, luar negeri, kajian strategis, serta Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Al Washliyah.

    Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan data keprihatinan terkait peningkatan prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, angka prevalensi meningkat dari 1,73% menjadi 2,11%, yang berarti sekitar 4,1 juta masyarakat telah terpapar narkotika.

    “Ini menjadi PR Kita semua, terutama anak muda sebagai generasi penerus. Tanpa dukungan Ormas dan tokoh masyarakat, upaya Kita tidak akan maksimal dalam menjaga aset bangsa menuju Indonesia Emas 2045 yang Bersinar (Bersih Narkoba).” Tuturnya Kepala BNN RI.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. Drs. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., menyampaikan kesiapannya untuk mendukung program-program BNN. Ia memaparkan bahwa Al Washliyah memiliki infrastruktur yang luas untuk membantu BNN dalam skala nasional, di antaranya; jejaring organisasi di 35 provinsi dan 327 kabupaten/kota, pengelolaan 10 kampus dan 721 unit sekolah yang tersebar di 13 provinsi, serta ribuan guru dan dai pedesaan yang siap disinkronisasikan untuk memberikan edukasi anti narkoba.

    “Kami sudah mulai mengintegrasikan modul kurikulum anti narkotika di beberapa sekolah Kami. Kami ingin anak-anak memahami bahaya narkotika sejak dini, termasuk ancaman jenis baru seperti narkoba cair pada rokok elektrik.” Ungkap KH. Masyhuril Khamis.

    Sebagai langkah konkret, kedua belah pihak sepakat untuk menyusun Nota Kesepahaman (MoU) antara BNN dengan PB Al Washliyah. Kesepakatan ini nantinya akan diturunkan menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat wilayah (provinsi) hingga kabupaten/kota agar implementasi di fasilitas pendidikan dan dakwah dapat segera berjalan. (Humas/Gus).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here