spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaBongkar Kurikulum Demi Cetak Juara, Langkah Berani Smamda Surabaya di Masa Bakti...

    Bongkar Kurikulum Demi Cetak Juara, Langkah Berani Smamda Surabaya di Masa Bakti Baru

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Unggul Nasional, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Pucang Surabaya secara resmi melantik jajaran Wakil Kepala Sekolah untuk periode masa jabatan 2025-2028 pada Jumat, 23 Januari 2026. Agenda khidmat tersebut menjadi tonggak strategis bagi Sekolah dalam meneguhkan posisinya sebagai Sekolah Unggul Nasional melalui penguatan struktur kepemimpinan yang baru.

    Jajaran pimpinan yang resmi mengemban amanah meliputi; Ustadz Moch. Hendy Bayu Pratama sebagai Waka Kesiswaan dan Ustadz Alif Jatmiko yang menjabat Waka Ismuba. Selain itu, posisi Waka Kurikulum kini dipercayakan kepada Ustadz Mustakim, sedangkan Ustadz Dio Yulian Sofansyah mengisi posisi Waka Sarana Prasarana dan Ustadzah Ratna Yuliawati sebagai Waka Humas.

    Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., menekankan pentingnya memaknai pelantikan ini dengan semangat spiritual bulan Sya’ban. Ia juga mengingatkan agar para pimpinan bekerja keras secara fisabilillah agar sekolah mendapatkan keberkahan atau menjadi institusi yang “Bejo”.

    “Predikat unggul harus dicapai melalui sinergi tiga pilar utama yang mencakup Siswa Unggul, Guru Unggul, dan Sarana Prasarana Unggul.” Tegasnya.

    Ustadz Ridwan juga optimis bahwa dengan spirit tauhid, perubahan nyata akan dirasakan oleh seluruh warga Sekolah dalam waktu singkat.

    Sementara itu, menyambut tantangan tersebut, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Ustadz Mukhlasin, ST., M.Pd., menegaskan komitmen tim baru ini untuk melakukan strategi revolusi kurikulum.

    “Strategi besar ini bertujuan memberikan pengkhususan bagi siswa agar mampu mengukir prestasi sesuai bidang minatnya masing-masing.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa melalui program Kelas Unggul Spesifik, Smamda Surabaya menargetkan penguatan pada bidang-bidang seperti Biologi, Fisika, dan Matematika.

    “Langkah inovatif ini merupakan pengembangan dari kesuksesan Kelas Tahfidz yang telah berjalan sebelumnya dengan harapan mampu melahirkan lebih banyak juara olimpiade sains di tingkat nasional.” Pungkasnya. (Ts).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here