spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaUpaya Hindari Pinjaman Rentenir, PDM Surabaya Launching BMT-MU Untuk Kemaslahatan Umat

    Upaya Hindari Pinjaman Rentenir, PDM Surabaya Launching BMT-MU Untuk Kemaslahatan Umat

    Surabaya, kartanusa – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Launching Baitul Maal Wat Tamwil Muhammadiyah (BMT-MU) Surabaya. Launching bersamaan dengan peresmian Masjid KH. M. Anwar Zain Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah (pusdam) Kota Surabaya Jalan Wuni No 9 Surabaya. Rabu (10/7/2024).

    Ketua Dewan Pelaksana Ustadz Drs. Zayyin Chudhori, M.Ag., menyampaikan bahwa ada lima hal yang menjadi latar belakang pendirian BMT-MU PDM Kota Surabaya.

    Pertama, beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terutama sekolah yang ingin berkembang. Akan tetapi kesulitan pembiayaan dan tidak bisa mengakses perbankan.” Ujarnya.

    Kedua, beberapa guru-karyawan Amal Usaha Muhammadiyah perlu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan tidak bisa mengakses perbankan.

    “Kemudian yang ketiga, masih banyak masyarakat duafa yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar ekonominya, terlebih mereka terjerat pinjaman rentenir.” Imbuhnya.

    Keempat, dana Amal Usaha Muhammadiyah yang tersimpan di bank, tetapi penyimpan tidak memperoleh benefit secara maksimal. Dan yang terakhir, besarnya margin keuntungan dari dana antara 5 sampai 7 persen.

    Perwakilan Pemegang Saham BMT-MU PDM Surabaya

    Ia lantas menjelaskan tentang sembilan prinsip mendasar manajemen BMT-MU PDM Kota Surabaya.

    “Ada sembilan prinsip mendasar BMT-MU, yaitu; keikhlasan, keadilan, kebersamaan, kemandirian, kemudahan, keterbukaan, keberlanjutan, kedayagunaan, dan kehasilgunaan.” Ungkapnya.

    Menurut Zayyin, BMT-MU memiliki tiga program pembiayaan; pertama, pembiayaan murabahah untuk pengadaan barang dan jasa kepada AUM, pimpinan, guru, karyawan AUM, dan anggota Muhammadiyah.

    Kedua, pembiayaan mudharabah untuk tambahan modal usaha produktif kepada AUM, pimpinan, guru, karyawan AUM, dan anggota Muhammadiyah.” Katanya.

    Kemudian yang ketiga, pembiayaan qardhul hasan, pengadaan barang dan jasa, modal usaha produktif serta pengalihan pinjaman terjerat rentenir kepada masyarakat tidak mampu, terutama guru, karyawan, dan anggota Muhammadiyah.

    “Saat ini sudah ada 42 pihak yang sudah menanamkan saham, dan yang terbesar adalah RS PKU Muhammadiyah KH. Mas Mansur Kota Surabaya.” Tandasnya. (BMR)

    ponpesummurquroo
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here