Surabaya, kartanusa – Rabu, (18/09/24) bertempat di Aula Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya menerima kunjungan lima mahasiswa dari dalam dan luar negeri. Diantaranya dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Sebelas Maret (UNS), Nohan University of Japan dan Northwest Samar State University of Filipina.
Mereka yang tergabung dalam program “Hybrid Asia Exploration (HAx)”, kerjasama kampus ITS dengan lima Negara di Asia mengenalkan budaya dari masing-masing negara serta kemajuan teknologi kepada peserta didik.
Setelah mendapatkan sambutan hangat dari Ustadz Novi Amirul Fatah, M.Pd.I., selaku Kepala Sekolah dan Ustadzah Ely selaku Humas Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya, mereka melakukan sharing session.
Ustadz Novi Amirul Fatah, M.Pd.I., Kepala Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Rafif, Mahasiswa UNS Surakarta yang memperkenalkan bahwa salah satu kemajuan teknologi di Indonesia bisa dilihat dari terciptanya alat-alat modern canggih dalam bidang pertanian atau yang dikenal dengan istilah Smart Farming and Internet of Things.
“Alat ini membantu memantau dan mengoptimalisasikan produksi dalam pertanian.” Ujarnya.
Kemudian dilanjutkan oleh Keita Motohashi yang menjelaskan mengenai kemajuan teknologi dalam proses Water Treatment di Negara Jepang. Proses pemurnian air sebelum didistribusikan ke rumah-rumah menggunakan alat-alat canggih.
“Selain menunjukkan penerapan teknologi dalam bidang pengelolaan air, mereka juga mengenalkan hasil karya kecanggihan teknologi yang digandrungi kawula muda saat ini yakni kartun anime.” Imbuhnya.

Saat sesi berlangsung antusias peserta didik terlihat begitu jelas mengingat mereka juga konsumen kartun digital produksi negara maju tersebut. Terlebih saat Mio Tsunoda mengajak bernyanyi lagu anime. Hampir semuanya menirukan termasuk pesdik yang laki-laki.
Tidak kalah menarik dengan Negara Jepang, Lirah Dilloh mahasiswa dari negara yang beribukota Manila itu juga mengenalkan sejarah-budaya, makanan khas, hingga mengajarkan beberapa frase kata Bahasa Tagalog yang ditirukan oleh audiance.
“Good morning = Magandang Umaga = Selamat pagi”
“Good evening = Magandang Gabi = Selamat sore”
“How are you? = Kumusta Ka? = Apa kabarmu?”
“I love you = Mahal Kita (to one person) = Aku sayang kamu”
“Take care = Ingat Ka = Hati-hati”
“Selain memaparkan hal diatas, para mahasiswa tersebut juga mengajak interaksi peserta didik yang bisa bahasa Jepang dan fasih berbahasa Inggris sehingga suasana semakin menyenangkan.” Pungkasnya.
Sementara itu, Ustadzah Ely selaku Humas Sekolah Akhlaq SMP Muhammadiyah 9 Jojoran Surabaya mengaku terkesan dengan kunjungan mahasiswa tersebut. Kegiatan yang sangat berkesan, dimana peserta didik bisa sharing budaya dan teknologi negara lain Jepang dan Filipina secara langsung dari penutur aslinya. Ini juga bisa meningkatkan skill berbahasa Inggris karena materi yang disampaikan dalam bahasa Inggris.
“Sangat di luar prediksi, peserta didik sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sampai akhir.” Ujar Ustadzah yang juga pengampu mapel Bahasa Inggris kelas VIII. (Risalatin N.)







