spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaHeboh, Pengamatan Tanaman Jenggot Hantu di KTS SD Musix Gadung Surabaya 

    Heboh, Pengamatan Tanaman Jenggot Hantu di KTS SD Musix Gadung Surabaya 

    Pasuruan, kartanusa – Kegiatan Tengah Semester (KTS) 1 kelas V dan VI Sekolah Qur’anic and Internasional Insight SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya dikenalkan tumbuhan Jenggot Hantu di Wisata Bukit Flora Pasuruan. Rabu (23/10/2024).

    Perjalanan menuju lokasi memakan waktu tidak kurang dari 3 jam. Akses menuju lokasi cukup ekstrim, sehingga tidak sedikit anak-anak yang histeris bus jalan menanjak. Sesampainya dilokasi, semua peserta dikumpulkan diruang terima, ratusan kursi telah disiapkan untuk acara pembukaan.

    Beberapa pemandu telah siap membimbing para peserta. Berbagai edukasi dan permainan telah disiapkan oleh manajemen. Kegiatan awal, seluruh peserta dikenalkan dengan berbagai media dan macam-macam jenis tanaman yang ada di Wisata Bukit Flora.

    “Semua tanaman yang ada di sekitar kalian ini, hampir tidak ada yang menggunakan media tanah.” Jelas Handoyo Pemandu Wisata.

    Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa ada beberapa media tanam, diantaranya sekam (kulit tadi), pakis (tanaman pakis tumbuh liar, biasanya untuk tanaman anggrek), sekam bakar, pupuk kandang (kotoran hewan), dan pasir.

    “Penggunaan media tanam ini dengan perbandingan 1:1.” Tambahnya.

    “Apa maksudnya 1 dibanding 1 itu, kak?” Tanya salah seorang anak kelas 5.

    “Maksudnya takaran semua media tanam ini adalah sama semua, kalau sekam segenggam, yang lain juga segenggam semua.” Jelasnya.

    Suasana Perjalanan Kegiatan Tengah Semester (KTS) Siswa-siswi SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya Kolaborasi Pengadaan Unit Bus MEBP-PCM Wonokromo

    Lebih lanjut dia menjelaskan jenis-jenis tanaman yang ada, sekaligus cara berkembangbiaknya, diantaranya :

    • Anggrek Bulan (media tanamnya menggantikan pakis) perkembangbiakannya dengan stek batang.
    • Bunga Krisan dari Belanda berkembang biak dengan stek batang.
    • Bunga Sukulen berkembang biak dengan tunas.
    • Bunga Keladi (jenis baret) dikembangkan dengan tunas.
    • Aglonema perkembangbiakan dengan tunas.
    • Jenggot Hantu (tidak menggunakan media) hanya menggunakan klorofil.

    “Ini satu-satunya tanaman yang tidak menggunakan media apapun.” Jelas Pemandu yang sudah 3 tahun bekerja ini, sambil menunjukkan tanamannya.

    “Wi….., menakutkan, kak.” Seru anak-anak hampir bersamaan.

    Dia lantas menjelaskan lebih lanjut bahwa jenis tanaman ini, berasal dari Afrika, sehingga tidak banyak membutuhkan air. Tanaman Jenggo Hantu ini berbentuk seperti rambut, bahkan nyaris seperti jenggot yang sangat panjang, dia tidak memerlukan media apapun.

    “Dia akan berwarna hijau jika disemprot dengan air.” Tambahnya.

    Selanjutnya peserta dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kelas 5 dan kelompok kelas 6.

    “Selanjutnya, kelompok kelas 5 akan berkarya dengan ulat sutra, sedangkan kelas 6 bermain outbound.” Pungkasnya. (Basirun).

    ponpesummurquroo
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here