Batu, kartanusa – SMP Negeri 03 Batu, biasa disebut Estiba Juara yang beralamat di Jalan Ir. Soekarno No.08 Beji, Junrejo, Kota Batu menggelar kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dimulai tanggal 21 – 28 Mei 2025.
Dengan mengambil tema; “Berekayasa dan Berteknologi Membangun NKRI”. Tema kali ini mengusung Topik; “Estiba Goes to Smart School: Innovation and Technology Conference”, dengan tujuan peserta didik diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi terhadap teknologi melalui pembuatan produk berbasis robotika.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui alat-alat sederhana yang membantu kegiatan sehari-hari secara otomatis, mengembangkan budaya kreatif, inovatif, dan mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Nur Laila, M.Pd., pengampu mata pelajaran IPS, sekaligus koordinator kelas VIII kegiatan P5 kali ini mengatakan bahwa pada tema kali ini diharapkan peserta didik tidak hanya melakukan simulasi saja melainkan benar-benar nyata membuat produk sampai pada akhirnya melakukan seminar hasil.
“Kegiatan P5 juga bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu SMK Telkom Malang. Sehingga karena pihak ketiga merupakan pihak yang kompeten terhadap produk yang dikerjakan, maka diharapkan peserta didik SMP Negeri 03 Batu juga akan menghasilkan produk yang bisa digunakan secara berkelanjutan.” Ujarnya.
Senada dengan itu, Ibu Dyah Ayuningtyas, S.Pd pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris sekaligus koordinator kelas VII, mengatakan bahwa pada kegiatan P5 kali ini peserta didik membuat empat produk dengan pembagian sebagai berikut; Kelas VII membuat produk tempat sampah pintar dan penyiram tanaman berbasis waktu.
“Sedangkan Kelas VIII membuat produk cuci tangan otomatis dan pendeteksi asap. Masing-masing produk dilakukan oleh lima kelas yang berbeda berdasarkan hasil undian pada awal kegiatan.” Ungkapnya.
Sementara itu, Bapak Muhammad Bagus Arifin selaku penanggung jawab pelaksana dari SMK Telkom Malang merasa semang bisa bekerja sama dengan SMP Negeri 03 Batu.
“Saya merasa senang dan bersemangat bisa menjadi bagian dari kegiatan proyek P5 ini. Melihat semangat dan antusiasme para peserta didik dalam membuat inovasi seperti tempat sampah pintar, alat cuci tangan otomatis, penyiram tanaman berbasis waktu, dan pendeteksi asap menunjukkan bahwa generasi muda kita sangat kreatif dan peduli terhadap solusi nyata di sekitar mereka. Mereka sangat kritis dan inovatif patut kita apresiasi hasil karyanya. Ini adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya.” Tuturnya.
Pak Bagus, sapaan akrabnya, tentu saja tidak datang seorang diri saja. Ia ditemani oleh beberapa peserta didik dari SMK Telkom Malang, yaitu; Abhinaya Dwi Putra Mahardika (kelas X RPL1), Denda Dewangga Prasetiyo (kelas X TKJ2), Mattew Gilang Kyle Marante (kelas X RPL7), Dviki Wahyudi (kelas XI RPL5) dan Fahrell Sandy Zhariif Widiatmoko (kelas XI RPL7).
“Sungguh sebuah kehormatan bagi saya dan teman-teman, sebagai siswa SMK Telkom, untuk dapat berbagi pengetahuan dan mendemonstrasikan aplikasi praktis dari rekayasa teknologi kepada adik-adik di SMPN 3 Batu.” Ujar Abhinaya selaku Koordinator Tim dari SMK Telkom Malang.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa antusiasme dan respons positif dari para peserta didik kelas VII dan VIII terhadap keempat jenis robot yang kami hadirkan sangat menggembirakan.
“Semoga interaksi ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk menjelajahi dunia teknologi yang luas dan menarik.” Imbuhnya.
Kegiatan P5 ditutup dengan kegiatan Seminar yang dibuka secara langsung oleh Bapak Budi Prasetyo, S.Pd., Kepala SMP Negeri 03 Batu. Ia mengucapkan terima kasih kepada pendamping guru dan tim penanggung jawab yang selalu bersemangat.
“Tidak hanya mendampingi, melainkan membimbing peserta didik hingga menghasilkan karya yang apik.” Ujarnya.
Ia juga mengatakan rasa terima kasih kepada pihak SMK Telkom Malang yang bersedia untuk bekerjasama sekaligus pencetus ide produk yang dikerjakan peserta didik SMP Negeri 03 Batu.
“Terima kasih juga, kami sampaikan kepada wakil wali murid yang bersedia datang untuk menjadi peserta seminar, sehingga peserta didik dapat benar-benar berlatih untuk menjadi narasumber dengan cukup percaya diri.” Pungkasnya. (Murni NW).







