spot_img
No menu items!
More
    HomeKebudayaanKabar Nusantara : Catatan Sejarah Nusantara

    Kabar Nusantara : Catatan Sejarah Nusantara

    Catatan Sejarah Nusantara 

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR 

    (Pimpinan Redaksi Kabar Berita Nusantara)

    Putrajaya, yang dikenal sebagai pusat pemerintahan federal Malaysia, adalah sebuah kota terencana yang relatif baru dan modern. Sejarahnya berawal dari kebutuhan untuk merelokasi fungsi-fungsi administrasi pemerintahan yang semakin padat dan macet di Kuala Lumpur.

    Ringkasan Sejarah Putrajaya: Konsepsi dan Nama

    Pada akhir 1980-an, Perdana Menteri Malaysia saat itu, Tun Dr. Mahathir Mohamad, mengemukakan ide untuk membangun pusat pemerintahan baru. Tujuannya adalah untuk mengurangi kepadatan di Kuala Lumpur, yang pada saat itu berfungsi sebagai ibu kota administratif, finansial, dan komersial.

    Lokasi yang dipilih adalah sebidang tanah bekas perkebunan kelapa sawit dan karet di distrik Sepang, Selangor, yang dikenal sebagai Prang Besar. Nama “Putrajaya” diberikan sebagai penghormatan kepada Perdana Menteri pertama Malaysia, Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj. Nama ini menggabungkan kata “Putra” (anak laki-laki) dan “Jaya” (kejayaan/kemenangan), sehingga secara harfiah berarti “putra yang jaya” atau “putra yang sukses”.

    Pembangunan dan Status Federal

    Pembangunan Putrajaya dimulai pada Agustus 1995. Proyek ini dirancang sebagai “Kota Taman” dan “Kota Cerdas” dengan porsi signifikan dari lahannya (sekitar 38%) dialokasikan untuk ruang hijau, taman, dan danau buatan.

    Pada tahun 1999, kantor Perdana Menteri dan beberapa kementerian mulai pindah ke Putrajaya. Proses relokasi ini bertujuan untuk membuat operasional pemerintahan menjadi lebih efisien.

    Pada 1 Februari 2001, Putrajaya secara resmi diumumkan sebagai Wilayah Federal ketiga Malaysia, setelah Kuala Lumpur dan Labuan. Meskipun Kuala Lumpur tetap menjadi ibu kota resmi dan pusat legislatif (parlemen) dan monarki, Putrajaya berfungsi sebagai pusat eksekutif dan yudisial, menampung kantor-kantor pemerintahan dan Pengadilan Federal.

    Ciri Khas Putrajaya

    Pertama, Perencanaan Modern: Putrajaya dirancang dengan master plan yang komprehensif, mengintegrasikan arsitektur megah dengan lanskap hijau dan danau buatan yang luas.

    Kedua, Pusat Pemerintahan: Kota ini menjadi rumah bagi banyak kementerian dan lembaga pemerintah federal, termasuk kantor Perdana Menteri (Perdana Putra) dan Masjid Putra yang ikonis.

    Ketiga, Jembatan Ikonik: Putrajaya terkenal dengan delapan jembatannya yang dirancang secara unik dan indah yang membentang di atas Danau Putrajaya, seringkali menjadi objek fotografi.

    Keempat, Infrastruktur Pintar: Sejak awal, Putrajaya dikonsepkan sebagai bagian dari Koridor Raya Multimedia (MSC) Malaysia, dengan fokus pada infrastruktur digital dan teknologi untuk mendukung inisiatif pemerintahan elektronik.

    Dengan sejarahnya yang singkat namun terencana, Putrajaya menjadi simbol dari visi Malaysia untuk pembangunan modern, efisien, dan berkelanjutan.

    Selasa, 26 Agustus 2025, Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here