spot_img
No menu items!
More
    HomeKebudayaanKabar Nusantara : Catatan Sejarah Nusantara

    Kabar Nusantara : Catatan Sejarah Nusantara

    Catatan Sejarah Nusantara 

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR 

    (Pimpinan Redaksi Kabar Berita Nusantara)

    Benteng Melaka, yang dikenal sebagai A Famosa, artinya “Yang Terkenal” dalam bahasa Portugis adalah salah satu peninggalan sejarah paling penting dan paling tua dari era kolonial Eropa di Asia. Kisah benteng ini mencerminkan pergulatan kekuasaan dan perubahan peradaban yang membentuk Melaka.

    Berikut adalah sejarah lengkap tentang Benteng A Famosa:

    Pembangunan oleh Portugis (1511)

    Setelah berhasil menaklukkan Kesultanan Melayu Melaka pada tahun 1511, Laksamana Portugis, Afonso de Albuquerque, segera memerintahkan pembangunan benteng untuk mengamankan kekuasaan mereka.

    Dibangun dari puing-puing istana dan makam leluhur Kesultanan Melaka yang dihancurkan, benteng ini bertujuan untuk:

    Pertama, Melindungi kota dan pelabuhan dari serangan balasan Kesultanan Melayu dan kerajaan lain di Nusantara.

    Kedua, Menjadi pusat administrasi dan militer bagi kekuasaan Portugis di Asia Tenggara.

    Ketiga, Menyimpan hasil rampasan perang, termasuk harta karun Kesultanan Melaka.

    Benteng ini awalnya sangat besar dan megah, membentang di kaki Bukit St. Paul. Di dalamnya terdapat rumah sakit, gereja, gudang amunisi, dan empat menara utama.

    Masa Pendudukan Belanda (1641)

    Pada tahun 1641, Belanda, dengan bantuan Kesultanan Johor, berhasil merebut Melaka dari tangan Portugis. Meskipun benteng mengalami kerusakan parah selama pengepungan, Belanda tidak menghancurkannya. Sebaliknya, mereka memperbaiki dan memperkuatnya.

    Peninggalan masa Belanda yang paling terlihat adalah prasasti di atas gerbang utama yang bertuliskan “ANNA 1670”, yang ditambahkan pada tahun 1670 saat mereka melakukan renovasi.

    Kehancuran oleh Inggris (1807)

    Pada abad ke-19, Melaka jatuh ke tangan Inggris melalui Perjanjian Inggris-Belanda (Anglo-Dutch Treaty) tahun 1824. Namun, sebelum perjanjian itu, pada tahun 1807, Inggris khawatir benteng yang tangguh ini akan jatuh ke tangan musuh lain. Oleh karena itu, mereka memerintahkan untuk menghancurkannya.

    Seluruh benteng, termasuk tembok dan bangunan-bangunan di dalamnya, dihancurkan dengan dinamit. Untungnya, seorang negarawan Inggris, Sir Thomas Stamford Raffles, yang kebetulan mengunjungi Melaka, terkejut melihat kehancuran situs bersejarah ini. Ia memerintahkan agar penghancuran dihentikan, dan berkat perintahnya, gerbang utama yang dikenal sebagai Porta de Santiago berhasil diselamatkan.

    Benteng di Masa Kini

    Saat ini, Porta de Santiago adalah satu-satunya bagian yang tersisa dari Benteng A Famosa yang megah. Gerbang ini menjadi saksi bisu dari tiga era kolonial dan menjadi simbol perlawanan dan kegigihan sejarah Melaka.

    Reruntuhan benteng ini, bersama dengan gereja St. Paul di puncaknya, menjadi daya tarik wisata sejarah yang sangat populer, menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya untuk mempelajari jejak-jejak masa lalu yang kaya di kota ini.

    Senin, 25 Agustus, Kabar Berita Nusantara (kartanusa).

    ponpesummurquroo
    faibaznas
    faiums
    s2pendidikan
    umroh
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here