Surabaya, kartanusa – Pada hari Jum’at, 19 September 2025, warga sekitar Polsek Simokerto pagi itu dibuat terheran-heran. Bagaimana tidak, puluhan siswa berseragam Kepanduan Hizbul Wathan (HW) dari SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA) tiba-tiba terlihat berbaris rapi memasuki Kantor Polisi. Ada apa gerangan? Apakah terjadi masalah serius?
Ternyata bukan. Yang lebih mengejutkan, kedatangan mereka adalah untuk misi spesial, menyelami langsung dunia kepolisian dari balik pintu markas. Ya, untuk pertama kalinya siswa HW SMK MUDISA diajak “blusukan” ke Polsek dan mempelajari rahasia kerja para aparat yang selama ini hanya mereka lihat di TV.
Menguak Sisi Lain Polisi: Dari SPKT hingga Reskrim
Kunjungan ini benar-benar berbeda dari kegiatan sekolah pada umumnya. Para siswa dibawa berkeliling ke berbagai unit kerja yang biasanya hanya bisa diakses oleh petugas, yaitu:
- SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu): Tempat semua laporan masyarakat pertama kali diterima.
- Intelkam: Unit misterius yang bertugas mendeteksi ancaman keamanan sebelum terjadi.
- Sabhara: Garda depan yang selalu siaga menjaga kamtibmas di jalanan.
- Reskrim: Bagian paling menegangkan, menangani kasus kriminal dan berhadapan langsung dengan pelaku kejahatan.
- Binmas & Lantas: Ujung tombak kemitraan dengan warga sekaligus pengatur lalu lintas kota.
Para siswa dibuat melongo ketika mengetahui betapa banyaknya tugas dan tanggung jawab polisi yang jarang diketahui publik.
“Saya kira kerja polisi hanya patroli dan jaga lalu lintas. Tapi ternyata kompleks sekali, bahkan ada unit khusus yang bekerja diam-diam.” Kata seorang siswa kelas XI dengan wajah kagum.
Kapolsek Jadi Mentor Dadakan!
Tak tanggung-tanggung, kegiatan ini dipandu langsung oleh Kapolsek Simokerto, Kompol Didik Tri Wahyudi, SH. Dengan gaya komunikatif, beliau mengungkapkan realita sehari-hari dunia kepolisian yang penuh risiko.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat, termasuk para pelajar. Kalian adalah generasi penerus yang juga harus peduli terhadap keamanan lingkungan.” Tegasnya.
Turut mendampingi pula Aipda Sandra P, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kapasan, yang menjelaskan bagaimana polisi menjadi sahabat masyarakat di tingkat kelurahan.
Heboh di Kalangan Pelajar: Polisi Itu Bukan Sekadar Seragam!
Interaksi langsung ini membuat suasana semakin seru. Para siswa bertanya-tanya seputar dunia kepolisian, dari cara menangani kasus kriminal, patroli malam, hingga kisah unik saat mengatur lalu lintas di jam padat.
Tak sedikit siswa yang mengaku kaget dan makin respect kepada polisi setelah mendengar kisah nyata dari para petugas.
“Rasanya seperti nonton film action, tapi ini nyata. Polisi ternyata punya tantangan luar biasa setiap harinya.” Ujar salah satu anggota HW dengan penuh antusias.
SMK MUDISA Cetak Generasi Tangguh & Nasionalis
Kegiatan yang digagas Hizbul Wathan ini sontak menjadi viral di kalangan pelajar Surabaya. Banyak yang menilai langkah SMK MUDISA sangat kreatif karena tidak hanya mendidik siswanya di kelas, tetapi juga membawa mereka langsung bersentuhan dengan institusi negara.
Melalui kunjungan ini, SMK MUDISA kembali membuktikan diri sebagai sekolah yang visioner: tidak hanya mencetak siswa unggul secara akademik, tetapi juga menanamkan karakter kuat, disiplin, dan cinta NKRI.
Dari Polsek untuk Indonesia Hebat!
Kunjungan HW SMK MUDISA ke Polsek Simokerto bukan sekadar studi lapangan. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang nyata. Dari markas polisi, para siswa pulang dengan semangat baru: lebih menghargai perjuangan aparat sekaligus berkomitmen menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.
Dan siapa sangka, kegiatan yang awalnya sederhana ini kini jadi sorotan dan perbincangan banyak pihak. SMK MUDISA lagi-lagi berhasil membuat gebrakan heboh yang menginspirasi sekolah lain.







