Lumajang, kartanusa – Prajurit TNI, warga dan relawan masih berjibaku dengan lumpur yang menutupi rumah warga di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, pasca erupsi Gunung Semeru. Dengan penuh semangat, mereka bahu-membahu membersihkan material vulkanik yang menghambat aktivitas masyarakat. Dilansir dari akun media sosial resmi Penerangan Kostrad pada Selasa, (25/11/2025).
Selain fokus membuka akses jalan yang tertutup lumpur, prajurit juga berupaya memulihkan semangat warga. Di sela-sela kerja keras, mereka menyempatkan diri bercakap-cakap ringan, melontarkan candaan sederhana dan memberikan dukungan moral agar warga tetap tegar menghadapi situasi sulit ini.
Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat tidak hanya membawa tenaga untuk pemulihan fisik, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan rasa aman.
Sebelumnya, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo melaksanakan peninjauan langsung ke Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Salah satu titik yang terdampak sangat parah akibat dari erupsi Gunung Semeru, Lumajang pada hari Ahad (23/11/2025).
Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus komitmen TNI. Dalam hal ini Kostrad untuk memastikan keselamatan masyarakat serta kesiapan prajurit di lapangan. Panglima turun langsung meninjau kondisi warga, jalur evakuasi serta infrastruktur yang terimbas material vulkanik dan lahar dingin.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, tidak berkerumun di area rawan, serta senantiasa mengikuti arahan aparat dan relawan.
“Bahwa tugas TNI sesuai UU TNI no 34 tahun 2004 tentang operasi militer selain perang adalah TNI membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana alam.” Ujarnya.
Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat yang bahu-membahu dalam penanganan darurat.
“Semangat kebersamaan ini diyakini akan mempercepat proses pemulihan dampak psikologis akibat bencana alam.” Pungkasnya. (Humas/Gus).







