Surabaya, kartanusa – Komitmen Internasional Class Program, SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya berangkatkan 29 siswanya ke Tiongkok dalam program Spemma Overseas 2025 selama 10 hari, mulai Senin hingga Rabu (8-17/12/2025).
Mereka begitu antusias dan semangat ketika mengikuti pembekalan sebelum pemberangkatan. Para siswa dibekali dengan pengetahuan seputar program tersebut, terutama mengenai bahasa dan budaya di Tiongkok, hingga perlengkapan baju adat untuk dikenakan saat tampil di Tiongkok.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Urusan (Kaur) Humas Spemma Pucang Surabaya, Ustadz Miftakul Khoir, S.Pd., menyampaikan bahwa Program Spemma Overseas 2025 merupakan yang ketiga kalinya, sejak dimulai program ini di tahun 2023. Tahun ini akan mengunjungi empat Kota di Tiongkok, yakni; Beijing, Shenzhen, Guangzhou, dan Hong Kong.
“Kenapa ke Cina, karena kita lihat kemajuan teknologi yang paling maju sekarang ini kan di Cina yang lagi bagus, dan melihat dari perkembangan teknologi dan pendidikan sangat bagus. Nanti kita mengunjungi empat Sekolah, Universitas, dan KBRI Beijing.” Ujarnya dengan penuh semangat dan senyum khas pria kelahiran Kota Beriman, Jombang ini.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa selama di KBRI Beijing, para siswa diajak mengenal bagaimana hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Tiongkok. Selain itu, kita juga akan mengenalkan budaya khas Jawa, seperti tarian Cublak Cublak Suweng yang menjadi tarian khas tradisional Jawa, serta membawakan lagu Nusantara dari Sabang hingga Merauke.
“Kita juga menggunakan baju adat dari Indonesia, itu yang ingin kita kenalkan di sana. Sekarang ini kita krisis identitas karena banyak anak-anak Indonesia yang tidak mencintai budayanya, kita coba mereka itu biar bangga dengan budaya Indonesia.” Ungkapnya.
“Bahkan, mereka mau mengenalkan (budaya Indonesia) ke luar negeri itu saya sangat luar biasa.” Imbuhnya.
Ustadz Khoir kemudian menjelaskan tentang kunjungan ke sejumlah Sekolah di Tiongkok nantinya agar para siswa mengenal sistem pendidikan yang diajarkan di sekolah tersebut. Sehingga, siswa memiliki pandangan atau gambaran ketika lulus nanti dari Spemma memiliki cita-cita yang lebih tinggi dibanding teman yang lain.
“Biar mereka itu juga nanti punya gambaran ketika mereka itu pernah keluar negeri, mereka cita-citanya itu mungkin bisa sekolah juga di luar negeri dan sebagainya.” Tandasnya.
Sementara itu, salah satu peserta Program Spemma Overseas 2025, Muhammad Zaki Nararya, siswa Kelas 8 H Spemma Pucang Surabaya mengatakan, tahun ini menjadi tahun kedua mengikuti program serupa, setelah sebelumnya di Jepang. Ia juga mengatakan bahwa melalui program ini, dirinya bisa mempelajari banyak bahasa dan budaya dari negara lain.
“Saya ingin mempelajari budayanya Cina dan Bahasa Mandarin, karena Bahasa Mandarin juga salah satu bahasa yang paling sering digunakan di dunia. Saya ingin mencoba mempelajarinya dan menguasainya sedikit.” Ujar Zaki, panggilan akrabnya, penuh semangat dan senyum kegembiraan.
Ia kemudian menyampaikan bahwa dirinya sudah menyiapkan teks pidato khusus untuk lomba di sana. Termasuk, menceritakan musibah banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat agar membawa empati dari warga dunia.
“Saya juga ikut lomba, di sana ada lomba pidato, saya ingin menceritakan budaya dari Sumatera Barat, seperti rendang terus rumah gadang dan lain sebagainya. Karena saya suka rendang, dan rendang juga sudah dikenal secara luas oleh orang-orang di dunia. Menurut saya banyak orang di Cina itu sudah mengenali apa itu rendang.” Pungkasnya. (Khoir).







