Surabaya, kartanusa – SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan prestasi non-akademik dengan memberangkatkan kontingen pencak silat untuk mengikuti Kejuaraan Unesa Pencak Silat Challenge Competition III Tahun 2025. Kejuaraan tersebut digelar pada 19–21 Desember 2025 di GOR Internasional Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan diikuti oleh atlet pelajar dari berbagai daerah.
Pemberangkatan kontingen dilakukan pada Jumat (19/12) dari lingkungan sekolah. Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, Sumarmin, M.Pd, yang memberikan motivasi kepada para atlet agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik sekolah selama kejuaraan berlangsung.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa keikutsertaan siswa dalam ajang kejuaraan pencak silat tidak hanya bertujuan mengejar prestasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter taruna.
“Pencak silat mengajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, ketangguhan mental, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur menurunkan sembilan atlet yang akan berlaga di kategori seni dan tanding. Mereka adalah Almira Putri Ramadhani (X-5), Kholifia Nevi Alniyan (X-1), Hamdan Firmansyah (X-1), Fahri Alwan Arrozaq (X-1), Maulana Risqi Wahidi (X-4), Satria Aditya Susanto (X-3), Ahmad Hadi Naram (X-4), Anugrah Mirza Syatir (X-2), serta Mohammad Zafar Khan (X-1).
“Kontingen didampingi oleh Ari Pujianto selaku pembina pencak silat dan Mohammad Roni sebagai koordinator kontingen. Keduanya bertanggung jawab atas kesiapan teknis, mental, serta pendampingan atlet selama rangkaian pertandingan berlangsung dari tanggal 19 hingga 21 Desember 2025.” Ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga, Koordinator Kontingen, Mohammad Roni, menyampaikan bahwa persiapan para atlet telah dilakukan secara intensif jauh hari sebelum keberangkatan. Program latihan difokuskan pada penguatan teknik dasar, pematangan strategi, serta pembinaan mental bertanding.
“Kami mempersiapkan anak-anak bukan hanya dari sisi fisik dan teknik, tetapi juga mental. Kejuaraan ini berlangsung beberapa hari, sehingga konsistensi dan daya juang menjadi kunci. Target kami adalah tampil maksimal di setiap pertandingan.” Ujar Mohammad Roni.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Unesa Pencak Silat Challenge Competition III menjadi ajang penting bagi atlet pelajar untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang kompetisi.
“Prestasi tentu kami harapkan, tetapi yang lebih utama adalah proses pembinaan. Dari kejuaraan ini, para atlet diharapkan mendapatkan pengalaman berharga, kedewasaan, dan motivasi untuk terus berkembang.” Tambahnya.
Senada, Pembina Pencak Silat Ari Pujianto, dalam kesempatan tersebut juga menilai antusiasme para atlet sangat tinggi menjelang pertandingan. Ia optimistis para atlet mampu menunjukkan performa terbaik selama kejuaraan berlangsung.
“Kejuaraan Unesa Pencak Silat Challenge Competition III Tahun 2025 yang digelar selama 19–21 Desember 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.” Ujarnya.
Pihak Sekolah berharap keikutsertaan ini dapat mengharumkan nama SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur sekaligus membentuk karakter taruna yang tangguh, disiplin, dan berjiwa ksatria. (Anang Dony Irawan)







