spot_img
No menu items!
More
    HomeOpiniCatatan Global : Serangan Militer Amerika Serikat ke Venezuela Melanggar Piagam PBB

    Catatan Global : Serangan Militer Amerika Serikat ke Venezuela Melanggar Piagam PBB

    Catatan Global : Serangan Militer Amerika Serikat ke Venezuela Melanggar Piagam PBB

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Gerakan Bela Negara Jawa Timur)

    Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela dalam operasi bertajuk Absolute Resolve pada awal Januari 2026, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, merupakan peristiwa geopolitik yang sangat krusial untuk dibedah.

    “Dalam perspektif Bela Negara, peristiwa ini bukan sekadar konflik antarnegara, melainkan sebuah alarm keras mengenai kedaulatan, pertahanan semesta, dan ketahanan nasional”

    Berikut ini adalah catatan kritis, yang mestinya menjadi renungan bagi kita sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang itu basa saja terjadi di negeri tercinta ini:

    Pertama, Ujian terhadap Prinsip Kedaulatan Negara; Dalam doktrin Bela Negara Indonesia, Cinta Tanah Air dan Kesadaran Berbangsa mencakup penghormatan terhadap kedaulatan negara lain sebagai sesama entitas merdeka.

    “Serangan sepihak (unilateral) AS terhadap kepala negara yang sedang menjabat di wilayahnya sendiri adalah pelanggaran ekstrem terhadap Piagam PBB”

    Dalam perspektif Bela Negara, jika tindakan ini dinormalisasi, maka konsep “kedaulatan” menjadi rapuh. Bela Negara menuntut kita sadar bahwa kekuatan pertahanan bukan hanya soal senjata, tapi juga legalitas internasional yang kuat agar negara tidak mudah diintervensi oleh kekuatan besar.

    Kedua, Kegagalan Sistem Pertahanan Semesta (Sishankamrata) Venezuela; Venezuela memiliki milisi warga (citizen militia) yang diaktivasi oleh Maduro, namun pada kenyataannya serangan kilat AS berhasil menembus jantung pertahanan mereka.

    Ketergantungan Venezuela pada dukungan luar (seperti Rusia/Kuba) dan fragmentasi di dalam negeri melemahkan daya tangkal mereka.

    Dalam konteks Bela Negara, peristiwa ini pelajaran berharga bagi Indonesia, dimana Bela Negara yang sejati memerlukan Kemanunggalan TNI dan Rakyat yang solid secara organik, bukan sekadar mobilisasi milisi saat krisis.

    “Persatuan internal adalah fondasi utama agar tidak ada celah bagi kekuatan asing untuk melakukan perubahan rezim”

    Ketiga, Ancaman Ekonomi sebagai Bentuk Serangan Non-Militer; Serangan ini berdampak langsung pada kenaikan harga minyak dunia dan ketidakpastian pasar global.

    “Peristiwa tersebut berdampak bagi Indonesia, dimana kenaikan harga BBM di dalam negeri dapat memicu instabilitas politik dan sosial (inflasi)”

    Upaya Bela Negara di era ini juga berarti Ketahanan Energi dan Ekonomi. Warga negara yang melakukan penghematan energi atau mendukung kemandirian ekonomi sebenarnya sedang melakukan upaya Bela Negara untuk melindungi stabilitas nasional dari efek domino konflik global.

    Peristiwa Venezuela membuktikan bahwa “ancaman nyata” bukan lagi sekadar spekulasi.

    “Bela Negara tidak boleh hanya menjadi slogan di ruang kelas, tetapi harus tercermin dalam kesiapan mental, fisik, dan ekonomi seluruh warga negara dalam menghadapi ketidakpastian dunia”

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here