Catatan Demokrasi : Benarkah IKN adalah Simbol Bela Negara?
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Gerakan Bela Negara Jawa Timur)
Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah Simbol Bela Negara, seperti halnya negara-negara lainnya, baik era sekarang maupun era kerajaan bahwa pusat pemerintahan menjadi wibawa sebuah negara.
Semua itu bisa dipertanggungjawabkan dengan dasar argumen yang kuat, baik dari sisi filosofis, pertahanan, serta sosiopolitik, bahwa Ibu Kota Nusantara adalah Simbol Bela Negara.
Namun, dalam perspektif kritis, predikat “simbol” ini membawa tanggung jawab besar dan tantangan nyata. Berikut adalah beberapa analisis apakah IKN benar-benar merupakan simbol Bela Negara, yakni:
Pertama, IKN sebagai Simbol Kedaulatan dan Pertahanan Strategis; Dalam doktrin pertahanan nasional, ibu kota adalah Center of Gravity (titik pusat gravitasi) sebuah negara.
Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur menempatkan pusat komando negara di titik geografis yang lebih tengah (Indonesia-sentris).
“Ini adalah strategi Bela Negara untuk memastikan kendali pemerintahan tetap stabil jika terjadi ancaman di wilayah pesisir atau pulau tertentu”
Sebagai simbol kedaulatan, IKN menjadi target utama serangan udara dan siber di masa depan. Menjadikan IKN simbol Bela Negara berarti negara wajib membangun sistem pertahanan berlapis (seperti sistem rudal jarak jauh dan cyber defense) yang benar-benar mumpuni, bukan sekadar simbol fisik.
Kedua, Manifestasi Pemerataan (Keadilan Sosial); Bela Negara bukan hanya soal militer, tetapi juga upaya menjaga keutuhan bangsa melalui kesejahteraan yang merata.
IKN bertujuan memutus paradigma “Jawa-sentris”. Dengan meratakan pembangunan ke luar Jawa, pemerintah berupaya memperkuat ikatan emosional warga di seluruh pelosok negeri.
“Rasa memiliki terhadap negara (nasionalisme) akan tumbuh jika keadilan ekonomi dirasakan nyata”
Simbol ini bisa bermakna ganda, jika pembangunan IKN justru memarginalkan masyarakat adat lokal di Kalimantan, maka makna “Bela Negara” bisa tercederai. Oleh karena itu, simbol ini harus dibuktikan dengan keterlibatan aktif warga lokal dalam pembangunan.
Ketiga, Simbol Identitas dan Transformasi Bangsa; IKN dirancang sebagai Green, Smart, and Sustainable City. Menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu bertransformasi. Bela Negara di sini diartikan sebagai upaya membangun citra positif dan kewibawaan negara di mata internasional.
Selain itu, transformasi ini harus diikuti oleh perubahan mentalitas birokrasi. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pindah ke IKN diharapkan memiliki semangat Bela Negara yang tinggi yang dibuktikan melalui profesionalisme dan loyalitas, bukan sekadar pindah lokasi kerja.
“Secara normatif, IKN adalah simbol Bela Negara karena merepresentasikan upaya menjaga kedaulatan, memperkuat persatuan melalui pemerataan, dan meningkatkan martabat bangsa”
Namun, secara kritis, IKN baru benar-benar menjadi simbol Bela Negara jika pembangunannya benar-benar mampu melindungi kepentingan seluruh rakyat dan memperkuat pertahanan nasional secara nyata, bukan sekadar menjadi proyek mercusuar.







