Inspirasi Kehidupan : Nikmati Koalisi dengan Saling Mengisi
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
Membangun sebuah aliansi, baik dalam politik, bisnis, maupun hubungan personal, sering kali terlihat seperti solusi instan untuk mencapai tujuan besar. Namun, ada satu hukum alam yang tidak bisa ditawar, yakni:
“Koalisi tanpa kesamaan hati hanya akan berujung pada sakit hati”
Berikut ini adalah beberapa ulasan menarik mengapa sehati adalah fondasi yang tidak bisa digantikan oleh sekadar angka atau kepentingan sesaat, yakni:
Pertama, Jebakan Formalitas; Bersatu tapi Tak Terpadu. Banyak koalisi terbentuk hanya karena tuntutan keadaan atau ambisi mengejar target tertentu. Di atas kertas, semuanya tampak kuat. Namun, jika di dalamnya tidak ada kesamaan visi dan nilai (chemistry), koalisi tersebut hanyalah kerumunan, bukan barisan.
Dampaknya menjadikan setiap langkah akan terasa berat karena masing-masing pihak punya agenda tersembunyi. Hal ini sangat berisiko, saat terjadi benturan kepentingan, struktur yang terlihat megah itu akan runtuh seketika.
Kedua, Komunikasi yang Menjadi Transaksi; Dalam koalisi yang tidak sehati, komunikasi tidak lagi bersifat koordinatif, melainkan transaksional. Setiap bantuan yang diberikan selalu dihitung sebagai piutang, dan setiap dukungan yang diterima dianggap sebagai hutang.
“Tanpa ketulusan, dialog hanya akan menjadi ajang negosiasi yang melelahkan, di mana kepercayaan (trust) menjadi barang langka”
Ketiga, Drama di Balik Layar (Sakit Hati); Inilah fase yang paling menyakitkan. Ketika satu pihak merasa sudah memberi banyak namun pihak lain dianggap berkhianat, muncullah rasa kecewa yang mendalam. Sakit hati dalam koalisi biasanya bersumber dari beberapa hal berikut, yakni:
- Ketimpangan Pengorbanan; Merasa bekerja sendirian sementara yang lain hanya menumpang nama.
- Ingkar Janji; Kesepakatan di awal yang perlahan dilanggar demi keuntungan pribadi salah satu pihak.
- Pengabaian Suara; Merasa hanya dijadikan pelengkap kuota tanpa pernah didengar idenya.
Lebih Baik Sendiri daripada Salah Pilih
Memang benar ada pepatah mengatakan; “Jika ingin jalan cepat, jalanlah sendiri. Jika ingin jalan jauh, jalanlah bersama.” Namun, pepatah itu harus ditambah: “…tapi pastikan yang berjalan bersamamu memiliki detak jantung yang sama.”
“Memaksakan diri masuk dalam koalisi yang tidak sehati hanya akan membuang energi, waktu, dan perasaan. Pada akhirnya, kemenangan yang diraih dengan hati yang terluka tidak akan pernah terasa manis. Salam tetap ngopi; ngolah pikir, koalisi tanpa sakit hati”







