spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaKemah Dakwah Spemnas Surabaya, sebagai Tonggak Kedisplinan Siswa 

    Kemah Dakwah Spemnas Surabaya, sebagai Tonggak Kedisplinan Siswa 

    Mojokerto, kartanusa – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib di laksanakan di setiap Sekolah Muhammadiyah. Program tersebut dilakukan dalam satu pekan sekali tergantung kepada pelaksananya.

    Dalam rangka untuk terus meningkatkan kemampuan siswa dan siswinya dalam kegiatan Hizbul Wathan diawal tahun 2026 ini, SMP Muhammadiyah 16 (Spemnas) Surabaya kembali menggelar perkemahan di lapangan Villa Cemara Pacet, Kabupaten Mojokerto. Acara tersebut dibuka langsung oleh Ustadz Ali Fauzi S.Ag., M.Pd.I., selaku Kepala SMP Muhammadiyah 16 Surabaya pada hari Rabu (14/01/2026)

    Dalam sambutannya, Ustadz Ali Fauzi, Kepala Spemnas Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan kali ini harus dilaksanakan dengan penuh semangat, serius, dan tidak cengeng, sehingga terbentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab.

    “Jangan cengeng, karena salah satu tujuan dan manfaat perkemahan itu adalah membentuk karakter, kedisiplinan, mental, dan spiritual, itulah ciri khas Hizbul Wathan.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya masalah fisik dalam perkemahan, tetapi juga akan diuji masalah mental. Menurutnya, dengan adanya kemah ini, ia berharap mereka akan menjadi orang-orang yang disiplin dan bertanggung jawab, karena itu salah satu modal untuk menapaki hidup yang akan datang.

    “Semua tantangan harus dihadapi dengan lapang dada, jadi jangan suka mengeluh, jadi lakukan dengan kesungguhan dan bergembira. Mudah-mudahan selama dua hari ini, Rabu dan Kamis kegiatan kita mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.” Pungkasnya.

    Sementara itu, Ustadzah Dinda Oktiana Sari, S.Psi., Ketua Panitia, menyampaikan bahwa perkemahan ini mengangkat tema; “Kemah Dakwah SMP Muhammadiyah 16 Surabaya”, yang dilaksanakan selama 2 hari, mulai hari Rabu hingga Kamis dan diikuti mulai dari kelas 7 dan kelas 8.

    Ia juga mengatakan bahwa anak-anak mendapatkan banyak materi, salah satu materinya adalah mengenalkan tentang Janji Pandu Hizbul Wathan. Selain itu, ada juga kegiatan api unggun, jelajah malam, dan kepemimpinan.

    “Dari materi-materi tersebut memiliki makna saling menolong, mengajarkan disiplin dan patuh terhadap guru. Selain itu, untuk menanamkan sikap tanggung jawab, semangat beribadah, ada berbagai bentuk kegiatan lainnya, yang membuat semua peserta merasa terhibur.” Pungkasnya. (Pradana).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here