spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaMenjemput Senyum di Balik Lumpur: Ikhtiar Lazismu Jatim Menata Kembali Masa Depan...

    Menjemput Senyum di Balik Lumpur: Ikhtiar Lazismu Jatim Menata Kembali Masa Depan Anak-anak Rantau

    Aceh Tamiang, kartanusa – Di balik jendela kelas yang sempat tertutup pekatnya lumpur, ada seberkas cahaya yang mulai masuk menyinari lantai yang kini kembali bersih. Bagi anak-anak di Rantau, Aceh Tamiang, Sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat mereka menitipkan mimpi yang sempat terkubur banjir bandang setinggi lutut sejak akhir November lalu.

    Pada Jum’at (16/01/2026), harapan itu perlahan pulih melalui gerak cepat relawan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Lazismu) Jawa Timur yang bahu-membahu membasuh luka di SD Unggul Muhammadiyah.

    Dalam kesempatan tersebut, Yusuf Dwipa Wijaya, salah relawan Lazismu Jawa Timur yang juga anggota Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surabaya menyampaikan bahwa kehadiran Lazismu Jatim di tengah kepungan lumpur ini membawa misi kemanusiaan yang mendalam, dengan mengoordinasikan relawan dari berbagai daerah seperti Bojonegoro, Situbondo, hingga Pasuruan untuk bergerak sebagai satu keluarga besar.

    “Keajaiban kecil pun tercipta di lapangan; jika secara teknis memulihkan Sekolah dari tumpukan material banjir yang masif biasanya memerlukan waktu hingga satu minggu, kekuatan solidaritas berhasil memangkas waktu tersebut menjadi hanya dua hari saja.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dimulai sejak Kamis (15/01/2026), tim yang dikomandani kluster Huntara & Wash berhasil menuntaskan pembersihan dengan progres mencapai 99,9%, sehingga ruang-ruang kelas kini telah siap kembali menyambut langkah kaki siswa.

    “Langkah strategis ini didasari oleh realitas krisis pendidikan di wilayah Bandar Pusaka, di mana data mencatat adanya kerusakan fasilitas yang meluas, termasuk satu unit MI Swasta yang atapnya roboh dan hancur.” Ungkapnya.

    Ia juga mengatakan bahwa secara riset psikososial, kecepatan pemulihan fisik sekolah adalah instrumen vital untuk mencegah learning loss dan memulihkan rutinitas anak-anak pasca-trauma agar semangat belajar mereka tidak padam di tengah kondisi darurat.

    Aksi nyata ini memicu rasa haru yang mendalam bagi masyarakat setempat, salah satunya adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rantau, Ustadz Ibnu Hudawi, yang menyampaikan terima kasih secara tulus atas bantuan dana dan tenaga yang dikerahkan Lazismu.

    “Terimakasih secara tulus atas bantuan dana dan tenaga yang dikerahkan Lazismu untuk menghidupkan kembali Sekolah mereka.” Ujarnya.

    Di akhir laporannya, Yusuf Dwipa juga menyampaikan bahwa meski tantangan esok masih membentang, dengan akses jalan yang masih tertutup lumpur licin serta warga yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti ISPA dan penyakit kulit, Lazismu Jatim telah menyiapkan langkah lanjutan.

    “Selain pembersihan, rencana aksi ke depan mencakup pengadaan 200 paket school kit dan 40 meja lipat untuk mendukung Sekolah darurat, serta distribusi sembako bagi para penyintas.” Pungkasnya.

    Di Rantau, Lazismu Jawa Timur telah membuktikan bahwa meski air bah bisa menghanyutkan harta benda, ia tidak akan pernah bisa menenggelamkan kepedulian antar sesama.(Yusuf).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here