Aceh, kartanusa – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengunjungi SMP Negeri 22 Takengon, Aceh Tengah menjadi salah satu Sekolah yang terdampak bencana pada November 2025 lalu.
Saat dikunjungi Mendikdasmen RI, suasana belajar mengajar berlangsung di Sekolah tersebut tetap hangat dan interaktif, menunjukkan semangat belajar siswa yang tetap terjaga meski belajar di kelas darurat. Dilansir dari laman resmi media sosial Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia pada Kamis (29/01/2026).
Di tengah keterbatasan sarana, Sekolah ini tetap memanfaatkan Papan Interaktif Digital sebagai media pembelajaran digital, guna menjaga kualitas dan keberlanjutan proses belajar mengajar. Pemanfaatan teknologi ini menjadi contoh adaptasi Sekolah dalam menghadapi situasi darurat tanpa mengorbankan mutu pembelajaran.
Tidak hanya meninjau, Mendikdasmen RI, Prof. Abdul Mu’ti juga berinteraksi langsung dengan siswa melalui kegiatan mengajar di kelas sekaligus memberikan bantuan biaya operasional Sekolah. Dalam kesempatan tersebut juga, ia menegaskan bahwa kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar anak-anak.
“Anak-anak harus tetap bisa belajar, tetap beraktivitas, dan bertemu teman-teman sebagai bagian dari proses pemulihan agar para murid tidak stres.” Ujarnya.
Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terdampak bencana, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal dan aman. (Humas/Gus).







