spot_img
No menu items!
More
    HomeBeritaSuli Da'im, Komisi E DPRD Jatim Soroti Kasus Keracunan MBG di Januari...

    Suli Da’im, Komisi E DPRD Jatim Soroti Kasus Keracunan MBG di Januari yang Tinggi 

    Surabaya, kartanusa – Munculnya kasus keracunan massal diduga akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Mojokerto, Jawa Timur, dengan jumlah korban mencapai 780 orang pada pertengahan Januari 2026, menuai banyak perhatian publik, termasuk dalam hal ini oleh Dr. H. Suli Da’im, SM., S.Pd., MM., Anggota Komisi E DPRD Jatim. Jum’at (29/01/2026).

    “Para pelajar mengalami gejala mual, muntah, dan pusing, yang menyebabkan beberapa dirawat di rumah sakit dan puskesmas.” Ujar Suli Da’im yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim.

    Lebih lanjut, ia meminta kepada Badan Gizi Nasional (BGN) harus segera mengambil tindakan tegas terkait kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), meliputi investigasi menyeluruh, penutupan sementara SPPG (Satuan Pelayanan) yang bermasalah, sanksi tegas, pelatihan keamanan pangan, dan menanggung biaya perawatan korban.

    “Langkah ini harus diambil bersama Dinas Kesehatan dan pihak berwenang lainnya.” Tegas Suli Da’im yang juga Fokal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

    “Oleh karena itu, BGN harus melakukan investigasi mendalam terhadap SPPG terkait menu, bahan, dan proses memasaknya.” Imbuhnya.

    Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus segera ada sikap tegas pada SPPG atau dapur yang terbukti menyebabkan keracunan dihentikan operasionalnya. SPPG yang melanggar aturan, termasuk yang memaksakan target volume produksi, diberikan teguran dan sanksi. Ia juga meminta adanya keterlibatan aparat penegak hukum dalam investigasi.

    “Saya meminta agar BGN menyelenggarakan bimbingan teknis mengenai keamanan pangan dan higiene sanitasi bagi para penjamah makanan di dapur MBG.” Ungkapnya.

    Suli Da’im juga berharap agar BGN segera memastikan biaya perawatan korban keracunan yang harus ditanggung oleh pemerintah. Ia juga meminta kepada semua pihak yang terlibat untuk melakukan evaluasi secara total untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

    “Kami meminta BGN juga menekankan pentingnya evaluasi total untuk mencegah terulangnya kasus serupa demi menjaga kesehatan anak-anak sekolah generasi penerus kita.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here