Surabaya, kartanusa – Perayaan Milad ke-58 SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar Muhammadiyah di Krembangan untuk memperkuat komitmen pendidikan. Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, Dr. Izza Anshory, ST., MT., memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh pihak yang telah membesarkan sekolah tersebut.
Sinergi dan Kolaborasi Antar Lini
Dalam sambutannya, Izza menyampaikan rasa terima kasihnya atas kolaborasi yang harmonis antara pengurus Dikdasmen di berbagai tingkatan (PCM, PDM), ibu-ibu Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), komite sekolah, hingga seluruh jajaran guru dan karyawan. Ia menilai semangat kebersamaan ini menjadi kunci utama dalam mendidik putra-putri bangsa dengan hati dan profesionalisme.
”Saya sangat berterima kasih atas kolaborasi ini. Semua pihak bersemangat untuk mendidik putra-putri Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Refleksi dan Kedewasaan di Usia 58
Memasuki usia ke-58, Izza menekankan pentingnya introspeksi diri atau muhasabah bagi seluruh elemen sekolah. Baginya, bertambahnya usia harus dibarengi dengan peningkatan kualitas diri dan kebijakan dalam bertindak, diantaranya:
Pertama, Introspeksi Profesional: Sebagai institusi pendidikan, SD Muhlas didorong untuk terus memperbaiki sistem pendidikan agar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Kedua, Amanah Pendidikan: Setiap anak yang dititipkan oleh orang tua adalah amanah besar yang harus dijaga dan dididik dengan cara terbaik.
Ketiga, Kematangan Emosional: Bertambahnya umur sekolah diharapkan membawa keberkahan dan kemapanan hidup bagi seluruh warga sekolah.
Pantun Harapan dan Pesan Religius
Mengakhiri sambutannya, Izza membacakan sebuah pantun yang ia siapkan khusus untuk menyemangati para guru, karyawan, dan orang tua siswa:
”Pengurus PCM dan Dikdasmen, tuku bakso kikil nang Tugu Pahlawan. Hari ini Milad SD Muhlas 58; gurunya, karyawannya, siswanya, orang tuanya, semoga hidupnya berkah dan mapan.”
Ia pun juga mengingatkan pentingnya rasa syukur dengan mengutip ayat Al-Qur’an, “La-in syakartum la-azidannakum walain kafartum inna ‘adzabi lasyadid”.
“Semakin tua usia seseorang atau sebuah institusi, seharusnya semakin dekat pula hubungannya dengan Allah SWT dan semakin bijaksana dalam menghadapi tantangan masa depan,” pesannya. (Yuda)







